Views: 9

Views: 9

“Kuliah umum pemanfaatan monumen pers nasional sebagai sumber dan penelitian sejarah oleh Rahayu Trisnaningsih S. S., secara spesifik untuk memberikan wawasan terkait bagaimana pemanfaatan monumen pers nasional sebagai sumber penelitian sejarah, bagaimana pelestarian dan pelayanan informasi kepada masyarakat, aspek kesejarahan bangunan, sistem promosi, dan jenis-jenis koleksi yang ada di Monumen Pers. Antusiasme ini masih berlanjut dengan Mahasiswa menyambut kesempatan tersebut dengan antusias yang luar biasa dimana mahasiswa banyak mengajukan pertanyaan dan diakhiri dengan pernyataan nasihat dan foto bersama”

Pada Kamis (28/03/2024), mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah 2022 mengikuti agenda besar kuliah umum dengan tajuk “Pemanfaatan Monumen Pers Nasional sebagai Sumber Belajar dan Penelitian Sejarah”. Acara ini diselenggarakan secara tatap muka di Gedung C FKIP UNS lantai dipenuhi antusiasme partisipan yang dalam hal ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Sejarah 3 ruang 301. Acara yang berlangsung kurang lebih 2,5 jam ini berlangsung secara kondusif dan angkatan 2022. Acara ini menjadi agenda rutin yang dilaksanakan Prodi Pendidikan Sejarah setiap setahun sekali dengan tujuan memperluas wawasan mahasiswa. Dengan demikian, acara ini bersifat wajib dihadiri oleh para mahasiswa. Acara yang diselenggarakan hari ini bertujuan secara spesifik untuk memberikan wawasan terkait bagaimana pemanfaatan monumen pers nasional sebagai sumber penelitian sejarah.

Pembukaan dalam acara ini berisi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan Kaprodi Pendidikan Sejarah Dr. Sutiyah, M.Pd,, M.Hum. Dilanjutkan sesi inti dalam acara ini yang menghadirkan Rahayu Trisnaningsih, S. S. dari Monumen Pers sebagai narasumber dan Nur Fatah Abidin, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator. Acara ini berlangsung mulai dari pukul 09.15 – 11.30 WIB. Dalam materinya yang disampaikan, Rahayu Trisnaningsih, S. S menjelaskan dengan terang mengenai apa saja yang ada di Monumen Pers, seperti; bagaimana pelestarian dan pelayanan informasi kepada masyarakat, aspek kesejarahan bangunan, sistem promosi, dan jenis-jenis koleksi yang ada di Monumen Pers.

Bangunan Monumen Pers dimaktubkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (situs heritage) nasional karena secara historis bangunan tersebut menjadi saksi bisu peristiwa-peristiwa penting yang ada di Surakarta. Pemaparan utama lagi penting lainnya adalah tentang bagaimana pemanfaatan Monumen Pers sebagai sumber belajar bagi berbagai kalangan. Koleksi yang terdapat di dalamnya; koran, majalah, serta tabloid dalam konteks akademisi sejarah dapat digunakan sebagai sumber primer sekaligus bahan dokumenter. Hal tersebut dikarenakan surat kabar mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu secara rinci dan aktual.

Saat ini, Monumen Pers terus berupaya akan pengembangan, baik dalam pengembangan koleksi e-paper atau digitalisasi, konservasi, maupun aspek-aspek lainnya, “di lantai paling atas gedung kami, setiap hari dilakukan konservasi koran” jelas Rahayu Trianingsih.

Antusiasme partisipan dapat dilihat salah satunya ketika sesi diskusi. Moderator yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya langsung disambut dengan berbagai pertanyaan yang telah bersenyam. Sesi diskusi ini berlangsung dari pukul 10.25 – 11.26 WIB. Sesi ini dilaksanakan dalam 3 termin dan total keseluruhan terdapat 11 pertanyaan dari mahasiswa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sesuai dengan materi yang dipaparkan, baik yang telah dijelaskan secara terang maupun yang hanya bersinggungan, yang berisfat teoritis, maupun yang bersifat teknis.

Setelah sesi diskusi berakhir, sebelum mengakhiri agenda kuliah umum ini, Rahayu Trisnaningsih, S. S memberikan closing statement berupa pernnyataan bagi para mahasiswa, nasihat, “Pesan saya, untuk mahasiswa generasi Z, cobalah untuk rajin membaca, apapun itu jenis bacaannya. Mulailah dari yang disukai seperti komik, novel, dan sebagainya agar diri lebih berkembang dan wawasan makin terbuka, serta yang tak kalah penting adalah agar apabila menerima suatu informasi tidak mudah percaya begitu saja.”

Acara ini ditutup secara resmi oleh moderator dan MC (Sekar Dwi Murti/Mahasiswa/22) dan diakhiri oleh sesi foto bersama. Harapannya setelah agenda kuliah umum ini dilaksanakan, mahasiswa dapat berpartisipasi dalam mengembangkan dan melestarikan Monumen Pers serta menjadi modal wawasan ilmu pengetahuan yang dapat dituai kedalam penelitian untuk kedepannya.

Oleh: Tsania Fatihaturrahmah & Naila Fathia Nufus (2022)

Komentar