Program Studi S1 Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada Senin, 19 Juni 2023 di SMAN 3 Klaten. Pengabdian kali ini mengusung tema Pelatihan Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Sejarah Berdasar Kurikulum Merdeka Bagi Guru Sejarah SMA di Kabupaten Klaten”.

Kegiatan pengabdian pada tahun ini dirancang oleh Research Group (RG) Historica Edutica Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) dana non-APBN Tahun Anggaran 2023. RG Historica Edutica terdiri dari delapan dosen, yakni Dr. Hieronymus Purwanta, M.A. selaku ketua tim dan anggotanya, yaitu Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum., Dr. Djono, M.Pd., Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd., Drs. Herimanto, M.Pd., M.Si., Isawati, S.Pd., M.A., Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., M.A., dan Prof. Nunuk Suryani, M.Pd. RG Historica Edutica bekerja sama dengan MGMP Sejarah Kabupaten Klaten dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah UNS angkatan 2020 yaitu Mita Rosdiana Agustin, Bunga Arinda Ayuningtyas, Edi Saputro, dan Ervan Gusya Ramatha.

Kegiatan dibuka oleh MC pada pukul 09.30 WIB yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Kepala Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UNS, Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum. Beliau menyampaikan maksud dan tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini dan berharap dapat bekerja sama ke depannya dalam meningkatkan kualitas guru sejarah di Kabupaten Klaten. Sambutan selanjutnya dari perwakilan RG Historica Edutica, yaitu Dr. Djono, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi guru-guru sejarah di Kabupaten Klaten. Selanjutnya, sambutan dari Ketua MGMP Sejarah se-Kabupaten Klaten, yaitu Suratno, S.Pd. Beliau menyampaikan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Sejarah UNS untuk meningkatkan kualitas guru sejarah di Kabupaten Klaten. Sambutan yang terakhir diberikan oleh Kepala SMAN 3 Klaten selaku Pembina dan Perwakilan MKKS SMA Kabupaten Klaten, Drs. Agus Cahyana Budi Santosa. Beliau mengucapkan selamat datang dan meminta maaf apabila terdapat kekurangan dalam menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan.

Memasuki kegiatan inti dan sesi tanya jawab, kegiatan diambil alih oleh Drs. Herimanto, M.Pd., M.Si. selaku moderator. Kegiatan inti diisi oleh dua pemateri yaitu Ibu Isawati, S.Pd., M.A. dan Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., M.A. Materi yang pertama disampaikan oleh Ibu Isawati, S.Pd., M.A. Beliau memberikan materi tentang macam-macam teknologi pembelajaran yang digunakan selama beliau mengajar sebagai dosen maupun saat mendampingi anaknya belajar di rumah. Teknologi tersebut antara lain, E-book flip yang digunakan untuk membuat e-book menjadi lebih menarik; Youtube untuk membuat video pembelajaran agar siswa tidak bosan; Postermywall.com untuk membuat info menarik, cepat, dan mudah; Pixabay.com untuk mencari gambar-gambar yang menarik untuk membuat PPT.

Beliau juga menyampaikan bahwa teknologi sangat penting dalam pembelajaran pada zaman sekarang karena cara belajar anak sekarang sudah berbeda, sudah menggunakan teknologi yang lebih modern sehingga guru harus menguasai teknologi tersebut. Meski begitu, peran guru tidak akan tergantikan oleh teknologi karena guru memiliki simpati, empati, dan afeksi yang dapat mendukung siswa dalam belajar, sedangkan teknologi tidak. “Teknologi hanya sebagai alat” ucap beliau. Selain itu, beliau juga mengatakan, “Jangan hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus bisa menjadi produsen teknologi.” Maksudnya adalah guru jangan hanya menggunakan teknologi, tetapi juga harus menghasilkan teknologi. Sebagai contoh, seorang guru menggunakan video youtube sebagai media pembelajaran, selain menggunakan, ia juga harus bisa membuat videonya kreasinya sendiri untuk dijadikan media pembelajaran.

Materi dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., M.A. Pertama, untuk menyamakan persepsi, beliau menyampaikan beberapa pengertian tentang teknologi dan sampai pada kesimpulan bahwa teknologi adalah “segenap kesatuan alat, sistem, dan pengetahuan untuk meningkatkan nilai tambah dan menunjang kebutuhan manusia”. Guru harus dapat memadukan atau menyelaraskan teknologi kuno dan modern serta mampu menyeimbangkan orientasi ‘konten’ (value) dan ‘teknologi’. Guru hendaknya tertantang dengan penggunaan berbagai teknologi modern dalam pembelajaran, tetapi juga tidak alergi dengan teknologi lama (kuno nan sederhana). Karakter peserta didik abad 21 sudah jauh berbeda sehingga mau tidak mau juga harus melakukan terobosan dalam hal penggunaan teknologi pembelajaran. Di sisi lain, pembelajaran juga bisa menggunakan teknologi lama (sederhana) karena terkadang denagn metode atau model pembelajaran yang sederhana justru hasilnya lebih mengena (efektif). Oleh sebab itu, guru di abad 21 dituntut untuk cerdas memanfaatkan teknologi dengan tetap mengedepankan pemahaman esensi (konten) pembelajaran sejarah.

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Sejarah SMA bisa diimplementasikan dalam banyak aspek. Pertama, tahap persiapan/perencanaan pembelajaran seperti dalam mencari materi/sumber pembelajaran, menyimpan bahan/materi pembelajaran, dan membuat media pembelajaran. Kedua, tahap proses pembelajaran seperti sistem penyelenggaraan pembelajaran, penyampaian sumber belajar, dan penggunaan media/alat/sumber belajar itu sendiri. Ketiga, tahap evaluasi seperti dalam penyampaian tugas, pengumpulan tugas dan penyampaian penilaian. Dari sekian banyak media pembelajaran yang disampaikan, Dadan menekankan pada pemanfaatan virtual tour museum yang masih jarang oleh guru-guru sejarah.

Selain virtual tour, media sosial dan koran online juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik. Seperti yang disampaikan Bapak Dadan, “guru melempar informasi aktual dari media sosial atau koran online, lalu siswa disuruh untuk menganalisis dan memberikan tanggapan tentang informasi tersebut. Kemudian guru tinggal memberikan penguatan”. Siswa mesti diberi asupan informasi yang aktual dan kontekstual agar pembelajaran sejarah menjadi lebih bermakna (meaningfull).

Kegiatan selanjutnya yaitu sesi tanya jawab. Dalam sesi ini, terdapat tiga penanya. Dua penanya memiliki pertanyaan yang hampir sama yaitu masalah penggunaan teknologi. Mereka sudah menerapkan teknologi dan pembelajaran yang menyenangkan, tetapi siswa hanya senang, konsep atau materi yang disampaikan justru kurang dipahami dan guru harus menjelaskan ulang lagi. Solusi yang diberikan oleh pemateri yaitu seperti yang dikatakan oleh Isawati yaitu, “teknologi hanya sebagai alat”. Jadi guru harus tetap menyampaikan konsep, mendampingi saat pembelajaran, menjadi fasilitator saat siswa ingin bertanya, dan memberikan penguatan di akhir pembelajaran. Jika ada siswa yang tidak kunjung paham saat dijelaskan materi menggunakan teknologi yang baru, maka guru harus menggunakan metode yang sederhana untuk membuat siswa paham.

Penanya ketiga menanyakan tentang “bagaimana agar guru tidak tertipu oleh murid?” Karena sekarang ini zaman sudah semakin maju dan ada teknologi bernama ChatGPT yang mana dapat menjawab semua pertanyaan termasuk soal-soal yang diberikan oleh guru kepada muridnya. Hal ini membuat guru bingung dalam menilai apakah siswa ini benar-benar paham atau hanya menggunakan ChatGPT untuk mengerjakan tugasnya. Ibu Isawati menjelaskan bahwa menilai apakah siswa paham atau tidak itu tidak hanya melalui tugas-tugas atau soal-soal, tetapi dapat juga melalui tanya jawab saat pembelajaran, presentasi kelompok, keaktifan siswa di kelas, dll. Dadan menambahkan bahwa sebaiknya guru tidak memberikan tugas yang terlalu banyak, sedikit saja asal “daging” semua sehingga dapat memperkecil kecurangan (copy paste atau menggunakan AI). Selain itu, dapat juga melalui penguatan karakter agar siswa tidak berani curang dalam mengerjakan tugas.

Sesi terakhir pasca tanya jawab dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS yang diwakili Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum dengan pihak MGMP Sejarah se-Kabupaten Klaten yang diwakili oleh dan Suratno, S.Pd. Kegiatan pun selesai pada pukul 12.30 WIB dan diakhiri dengan foto bersama antara dosen, guru, dan mahasiswa.

Komentar

  1. RW 22 Agustus 2023 at 18:02 - Reply

    Saya lulusan S1 pendidikan sejarah UNS.
    Saya 11 tahun mengajar sejarah, akan tetapi saya kemudian mendaftar PPPK jurusan Geografi.
    Saya sekarang mengajar Geografi, di Kabupaten Klaten juga.
    Sertifikasi hilang, tamsil juga tidak dapat.
    Sudah 1 tahun 3 bulan saya tidak dapat TPG saya.

    Saya terjebak PPPK.

    Saya tahap 1 sudah benar mendaftar Sejarah, tapi saya bingung kenapa saya tidak bisa tes?
    Dalam pikiran saya saat itu ditolak sistem.
    Nah, banyak rekan² guru sejarah mendaftar lintas jurusan, kebanyakan ke Geografi. Saya bertanya apakah itu linier?
    Ternyata ada linieritas.

    Saya pun tahap 2 daftar Geografi, karena sudah banyak rekan daftar Geografi. Dan kata rekan² saya yang nanti bisa koordinasi dengan sekolah terkait dengan jam mengajar.
    Nyatanya, saya tidak bisa dapat 1 jam pun Sejarah.
    Tapi banyak yang masih bisa mengajar Sejarah. Termasuk yang ada di foto tersebut.

    Di foto tersebut ada juga yang lulusan pendidikan sejarah UNS tapi daftar PPPK Geografi.
    Beruntung bisa mengajar Sejarah.
    Itu karena tergantung sekolahnya.

    Selain itu kenapa saya daftar Geografi? Karena saya belum memiliki serdik saat itu, karena baru proses PPG.
    Nah, selanjutnya saya pun tidak mengetahui dan tidak mengerti bahwa P1 bisa diangkat semua dan nunggu giliran. Kalau spt ini saya kan yang rugi.

    Saya harap, PENDIDIKAN SEJARAH UNS juga membahas ini.
    Saya rindu ngajar Sejarah. Saya merasa terjebak, saya pikir akan diperlakukan sama, ternyata tergantung sekolah dan ini merugikan bagi saya yang sekolah nya tidak mau memberikan jam sejarah kepada saya dengan alasan SK saya adalah geografi.

    Minta tolong disampaikan juga kepada ibu Nunuk Suryani selaku Ditjen GTK.

    Pendidikan Sejarah angkatan 2008