Views: 11

Views: 11

Pada hari Kamis, 14 Juli 2022, tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Menyelenggarakan Focus Group Discussion atau Diskusi Kelompok Terarah. Kegiatan tersebut diselengarakan di Ruang Indrakila UNS Inn Surakarta dan dihadiri oleh 19 guru sejarah dari Surakarta, Karanganyar, dan Sukoharjo. Selain itu, dosen program studi pendidikan sejarah dan peneliti indipenden juga terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan Diskusi Kelompok Terarah ini merupakan rangkaian dari Penelitian dan Pengembangan Bahan Ajar Digital Sejarah Kebangsaan Indonesia berpendekatan Inquiry-based Historical Primary Source yang dikembangkan Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum., Prof. Dr. Leo Agung S., M.Pd., dan Nur Fatah Abidin, S.Pd., M.Pd.

Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum. selaku ketua peneliti menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan Diskusi Kelompok Terarah ini adalah membahas potensi penggunaan sumber primer dalam pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka dan mengembangkan bahan ajar sejarah kebangsaan berdasarkan masukan dari praktisi yaitu para guru sejarah.

Kegiatan Diskusi Kelompok Terarah dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum. selaku ketua penelitian dan selanjutnya dibuka Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum selaku Kepala Program Studi Pendidikan Sejarah. Kegiatan Diskusi Kelompok Terarah kemudian dipandu oleh Nur Fatah Abidin, S.Pd., M.Pd. yang menyampaikan pengantar mengenai desain bahan ajar dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi terarah.

Kegiatan Diskusi Kelompok Terarah menghasilkan masukan dan rekomendasi terhadap bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti. Permasalahan mengenai kesesuaian sumber primer dengan tingkat perkembangan peserta didik menjadi salah satu topik yang didiskusikan secara intensif dalam kegiatan ini. Terlepas dari kekurangan tersebut, guru menyepakati bahwa rancangan desain bahan pembelajaran sudah layak dan secara teoretik dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah, khususnya pada Fase F.

Komentar