Views: 0

Views: 0

Membahas peranan dan kontribusi perempuan terutama dalam bidang pendidikan dan pembangunan nasional memang tidak ada habisnya. Selalu ada bahasan-bahasan menarik yang patut didiskusikan untuk memunculkan pandangan-pandangan baru yang memberikan angin segar bagi iklim intelektual kampus. Berangkat dari hal tersebut, Pendidikan Sejarah FKIP UNS menghadirkan Webinar Kuliah Dosen Tamu dengan tema “Perempuan Dalam Pendidikan dan Pembangunan Nasional” sekaligus dalam rangka peringatan Hari Kartini. Webinar ini diselenggarakan pada Sabtu, 23 April 2022 pukul 08.30 hingga 12.00 melalui Zoom Conference Meeting yang dihadiri oleh mahasiswa S1 Pendidikan Sejarah dengan jumlah peserta 166. Selain para mahasiswa, webinar ini juga dihadiri oleh Kaprodi Pendidikan Sejarah, Dr.Sutiyah, M.Pd., M.Hum beserta jajaran para dosen Pendidikan Sejarah lainnya serta dihadiri pula Dekan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Umasih, M.Hum.

Acara dibuka oleh Aulia Fathimatuzzahra, mahasiswi Pendidikan Sejarah 2019 selaku MC dan dimoderatori oleh Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., MA. selaku dosen dari Pendidikan Sejarah FKIP UNS. Narasumber pada Webinar Kuliah Dosen Tamu kali ini mendatangkan Dr. Mutiah Amini, M.Hum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum dari Universitas Negeri Padang (UNP). Keduanya menjelaskan terkait materi tentang tokoh-tokoh perempuan dari masa kolonial hingga saat ini yang memiliki kehebatan di bidangnya masing-masing.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Mutiah Amini, M.Hum. Beliau menjelaskan bahwa di masa sekarang ada sosok Maudy Ayunda yang pernah berperan sebagai juru bicara kepresidenan dan Sindy Nur Fitri yang berpartisipasi menyelesaikan masalah di tingkat PBB. Tetapi, kita juga perlu menengok kembali pada masa lalu yang banyak menghasilkan tokoh-tokoh perempuan hebat sesuai dengan peranannya masing-masing. Adapun beberapa tokoh-tokoh perempuan yang berhasil menggelar Kongres Perempuan I seperti Sujatin Kartowijono, Raden Ajeng Sutartinah/Nyi Hajar Dewantara, Driyowongso dan Alfiah Muridan Noto. Mereka adalah tokoh-tokoh perempuan pada masa sebelum kemerdekaan yang sangat gigih memperjuangkan hak keadilan agar bisa dirasakan seluruh perempuan di Indonesia tanpa pandang bulu.

Sedangkan, untuk materi kedua diisi oleh Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum, beliau menjelaskan terkait detail dari biografi dan jejak perjalanan perjuangan dari tokoh R.A Kartini, Dewi Sartika dan Rahmah El-Yunusiyah. Ketiganya adalah tokoh-tokoh perempuan yang berfokus memperjuangkan pendidikan agar para perempuan dapat mengenyam bangku pendidikan dan mendapatkan ilmu yang kelak akan berguna bagi pembangunan bangsa. Karena sejatinya, perempuanlah yang melahirkan peradaban-peradaban. Jikalau para tokoh peradaban lahir dari sosok ibu yang berpendidikan, maka akan tercipta generasi yang cerdas dan berkualitas. Beliau juga mengingatkan bahwa sebagai perempuan itu memiliki kehebatan yang luar biasa, karena ia harus berperan penuh untuk ranah rumah tangga dan kemajuan bangsa. Dibuktikan dengan zaman sekarang banyak perempuan yang berhasil menduduki posisi-posisi strategis di pemerintahan, berjuang di lembaga-lembaga swadaya masyarakat dan lain sebagainya.

Komentar