Views: 508
Sejarah Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS
*”Belajar Masa Lalu, Menatap Masa Depan”*
Para Perintis
Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Sejarah FKIP UNS didirikan pada tahun 1979, tiga tahun setelah UNS berdiri (11 Maret 1976). Lokasi Prodi awalnya berada di kampus UNS Pabelan (kini ditempati kampus JPTK UNS dan Rumah Sakit UNS). Perintis Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS adalah Drs. Samsi Haryanto, M.Pd yang berasal dari prodi ilmu murni yakni Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Sastera dan Budaya atau disingkat F.Sasdaya UNS (belakangan menjadi FSSR yang kemudian pada tahun 2014 pecah menjadi FIB dan FSRD). Prodi Ilmu Sejarah F.Sasdaya UNS telah ada lebih dahulu yakni sejak tahun 1976, ketika UNS resmi didirikan.
Sebagai dosen di Prodi Ilmu Sejarah UNS, Drs. Samsi Haryanto, M.Pd. sempat “dipinjamkan sementara” guna membantu proses pendirian Prodi Pendidikan Sejarah UNS. Setelah Prodi S1 Pendidikan Sejarah berhasil didirikan, Drs. Samsi Haryanto, M.Pd bersama dosen-dosen lain dari Prodi Ilmu Sejarah F.Sasdaya (seperti bapak Rajiman, bapak Wisno, bapak Bono, dan bapak Riyanto), sempat mengajar di Prodi Pendidikan Sejarah UNS. Peminjaman dosen-dosen dari prodi ilmu murni tersebut berlangsung singkat yakni pada periode-periode awal didirikan (sering disebut “era peminjaman”). Tak begitu lama sejak didirikan, Drs. Samsi Haryanto, M.Pd berhasil mengajak beberapa rekannya menjadi dosen di Prodi Pendidikan Sejarah UNS, salah satu yang paling pertama adalah Drs. Mulyoto, M.Pd (sebelumnya merupakan seorang guru di SMEA Negeri di Cepu).
Bisa dikatakan, Drs. Samsi Haryanto, M.Pd. (yang kemudian dibantu oleh Drs. Mulyoto, M.Pd.) merupakan perintis sekaligus dosen generasi pertama Prodi S1 Pendidikan Sejarah FKIP UNS. Setelah Prodi S1 Pendidikan Sejarah UNS sudah mulai mapan, Drs. Samsi Haryanto, M.Pd kembali ke prodi awalnya yakni Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Sasdaya UNS. Adapun Drs. Mulyoto, M.Pd melanjutkan rantai estafet perjuangan sekaligus menjadi “dedengkot” (senior generasi pertama) di Prodi S1 Pendidikan Sejarah UNS. Meski berpisah prodi, keduanya di kemudian hari sama-sama berhasil meraih gelar profesor di prodi/fakultasnya masing-masing.
Jika menilik sedikit lebih ke belakang (sebelum UNS berdiri) diketahui bahwa Drs. Samsi Haryanto, M.Pd sebenarnya merupakan seorang dosen yang juga berasal dari jurusan pendidikan. Sebelum menjadi dosen Prodi Ilmu Sejarah UNS, ia merupakan dosen di Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS) IKIP Negeri Surakarta. IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Negeri Surakarta merupakan sebuah perguruan tinggi yang telah lebih dulu ada sebelum UNS berdiri. Ini menunjukkan bahwa perintis dan pendiri Prodi S1 Pendidikan Sejarah UNS merupakan seorang dosen yang aslinya ber-DNA “Pendidikan Sejarah”.
Perjalanan Periode Awal
Pada periode awal sejak pendirian (1979-1986), Prodi S1 Pendidikan Sejarah UNS masih berlokasi di Kampus UNS Pabelan (Purwosari ke barat). Selain itu, pada awalnya Prodi S1 Pendidikan Sejarah UNS (dan juga beberapa prodi pendidikan lainnya) belum masuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melainkan masih masuk Fakultas Keguruan (FKg). Sebelum tahun 1982, UNS memang belum memiliki fakultas bernama FKIP. Yang ada masihlah Fakultas Keguruan (FKg) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Fakultas Keguruan (FKg) saat itu terdiri dari prodi-prodi seperti Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, Pendidikan Moral Pancasila, Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Teknik. Adapun Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) terdiri dari prodi-prodi seperti Pendidikan Luar Biasa, Didaktik Kurikulum, Filsafat Pendidikan, Bimbingan Penyuluhan (belakangan berubah menjadi Bimbingan Konseling), Pendidikan Keolahragaan, dan Pendidikan Sosial (belakangan berubah menjadi Pendidikan Luar Sekolah/PLS yang kemudian hari berubah lagi menjadi Pendidikan Sosiologi Antropologi).
Secara genealogis, FKg dan FIP merupakan dua fakultas UNS hasil peleburan beberapa fakultas dari 2 kampus yang sudah ada sebelumnya yakni IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Negeri Surakarta dan STO (Sekolah Tinggi Olahraga) Negeri Surakarta. Keduanya merupakan 2 perguruan tinggi negeri yang telah eksis sejak tahun 1960an (sebelum UNS ada).
Pada tahun 1982 (berdasarkan Keppres No. 55 Tahun 1982), FKg dan FIP resmi dilebur menjadi satu fakultas baru bernama FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Pada tahun yang sama pula, nama Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (disingkat “UNS Sebelas Maret”) sebagai nama asli atau nama awal, resmi dirubah menjadi Universitas Sebelas Maret. Namun, meski namanya telah diubah, sebutan singkat untuk Universitas Sebelas Maret tetaplah UNS (mempertahankan singkatan lama yang sudah terlanjur dikenal masyarakat luas). Dari sinilah beberapa pihak terkadang bertanya-tanya, “mengapa Universitas Sebelas Maret disingkat UNS?”
Dibawah Sistem Jurusan
Secara struktur dan tata kelola, FKIP UNS pernah membawahi beberapa jurusan di mana masing-masing jurusan dipimpin oleh seorang Kajur (Ketua Jurusan). Setiap jurusan membawahi beberapa program studi di mana masing-masing program studi dipimpin oleh seorang Kaprodi (Ketua/Kepala Program Studi). Dalam perkembangannya, sebagian prodi yang berada di bawah naungan jurusan-jurusan di FKIP mengalami perubahan, baik berubahan nama maupun perubahan jurusan. Pada tahun 2000an, Jurusan-Jurusan yang pernah dibawah naungan FKIP UNS terdiri dari 6 Jurusan yaitu:
- Jurusan Ilmu Pendidikan/IP (Bimbingan Konseling, Pendidikan Luar Biasa, PGSD, PGTK, Pengembangan Kurikulum dan Teknologi Pembelajaran/PKTP).
- Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial/P.IPS (Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Sosiologi Antropologi, dan Pendidikan Ekonomi).
- Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/P.MIPA (Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Biologi).
- Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni/PBS (Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Daerah, Pendidikan Bahasa Ingggris, dan Pendidikan Seni Rupa).
- Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan/PTK (Pendidikan Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Bangunan).
- Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan/POK (Pendidikan Kepelatihan Olahraga/Penkepor, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi/Penjaskesrek).
Sejak berdirinya (1979), Prodi Pendidikan Sejarah tergabung dalam prodi-prodi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (P.IPS). Dalam sejarahnya, Kajur (Ketua Jurusan) Pendidikan IPS pernah dijabat oleh dosen dari Prodi Pendidikan Sejarah yaitu Drs. K. Hardono, M.Pd. (1999-2003) dan Drs. Saiful Bachri, M.Pd. (2007-2015). Sejak tahun 2015, struktur dan sistem tata kelola Jurusan di FKIP UNS “resmi dihapuskan”, sehingga masing-masing Prodi berada langsung di bawah naungan dan kepemimpinan Fakultas. Sistem ini berlangsung hingga sekarang.
Riwayat Kaprodi Pendidikan Sejarah
Berikut daftar seluruh Ketua/Kepala Program Studi (Kaprodi) definitif Pendidikan Sejarah UNS sejak berdirinya hingga saat ini (September 2025):
- 1979: Drs. Samsi Haryanto, M.Pd. (Sekretaris: Drs. Mulyoto, M.Pd.)*masa peralihan/peminjaman
- 1979-1983: Drs. Mulyoto, M.Pd. (Sekretaris: Drs. Daliman, M.Pd.)
- 1983-1987: Drs. Daliman, M.Pd. (Sekretaris: Dra. Sri Wahyuning S., M.Pd.)
- 1987-1991: Dra. Sri Wahyuning S., M.Pd. (Sekretaris: Drs. T. Suparman, M.Pd.)
- 1991-1995: Drs. Saiful Bachri, M.Pd. (Sekretaris: Drs. T. Suparman, M.Pd.)
- 1995-1999: Dr. Mulyoto, M.Pd. (Sekretaris: Drs. Hermanu Joebagio, M.Pd.)
- 1999-2003: Drs. Hermanu Joebagio, M.Pd. (Sekretaris: Drs. Leo Agung S., M.Pd.)
- 2003-2007: Dra. Sariyatun, M.Pd., M.Hum. (Sekretaris: Drs. Djono, M.Pd.)
- 2007-2011: Drs. Djono, M.Pd. (Sekretaris: Dra. Sri Wahyuni, M.Pd.)
- 2011-2015: Dra. Sri Wahyuni, M.Pd. (Sekretaris: Drs. Herimanto, M.Pd., M.Si.)
- 2015-2019: Drs. Herimanto, M.Pd., M.Si. (sekretaris resmi dihapuskan)
- 2019-2024: Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum.
- 2024 – sekarang: Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd.
Daftar Seluruh Dosen dan Admin Prodi Pendidikan Sejarah
Para dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS memiliki latar belakang pendidikan tinggi yang beraneka macam antara lain merupakan lulusan UNJ, UGM, UI, UNY, UPI, UNS, UNNES, UNDIP, UNAIR, UMS, Iowa University, IKIP Jakarta, IKIP Surakarta, IKIP Yogyakarta, dan IAIN Kalijaga Yogyakarta. Dari sekian dosen yang ada, beberapa dosen awalnya pernah menjadi guru sebelum diterima di Prodi Pendidikan Sejarah UNS seperti guru di SMEA Negeri 1 Cepu, SMPS Surakarta, SMA Negeri 5 Surakarta, SMP Delanggu, SMA Warga Surakarta, STM Kristen Klaten, SMA Muhammadiyah Gemolong, SMA Negeri Banyudono, dan SMA Muhammadiyah Sragen.
Berikut daftar seluruh dosen aktif dan dosen purna tugas (pensiun) yang pernah mengajar di Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS sejak berdirinya hingga saat ini (September 2025):
- Prof. Dr. Samsi Haryanto, M.Pd. (1979)*masa peralihan/peminjaman
- Prof. Dr. Mulyoto, M.Pd. (1979 – 2013)
- Drs. Marno D., M.M. (1980 – 2004)
- Drs. Daliman, M.Pd. (1980 – 2007)
- Dra. Sri Wahyuning S., M.Pd. (1981– 2015)
- Drs. K. Hardono, M.Pd. (1982 – 2006)
- Prof. Dr. Leo Agung S., M.Pd. (1982 – sekarang)
- Drs. T. Suparman, M.Pd. (1985 – 2004)
- Drs. Saiful Bachri, M.Pd. (1985 – 2017)
- Dra. Sri Wahyuni, M.Pd. (1986 – 2020)
- Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd. (1986 – 2020)
- Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum. (1986 – sekarang)
- Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum (1989 – sekarang)
- Prof. Dr. Djono, M.Pd. (1990 – sekarang)
- Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd (1990 – sekarang)*menjadi Dirjen GTK di Jakarta.
- Drs. Tri Yuniyanto, M.Hum. (1990 – sekarang)
- Drs. Herimanto, M.Pd., M.Si. (1991 – sekarang)
- Prof. Dr. Akhmad Arif Musadad, M.Pd. (1992 – sekarang)
- Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd. (2006 – sekarang)
- Isawati S.Pd., M.A. (2006 – sekarang)
- Riyadi, S.Pd., M.A. (2013 – 2015)*diterima sebagai dosen PNS di UNESA.
- Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., M.A. (2016 – sekarang)
- Dr. Hieronymus Purwanta, M.A. (2018 – sekarang)
- Nur Fatah Abidin, S.Pd., M.Pd. (2019 – sekarang)
- Hasan Ashari, S.Pd., M.Pd. (2024 – sekarang)
- Yasmin Nindya Chaerunissa, M.Pd. (2024 – sekarang)
- Habib Al Fattah, M.Pd. (2024 – sekarang)
Dengan dihapuskannya struktur jurusan dan sekretaris prodi pada tahun 2015, maka tidak begitu lama setelahnya, mulai ditetapkanlah tenaga kependidikan (admin) di masing-masing prodi untuk membantu mengurusi masalah administrasi. Berikut daftar admin Prodi Pendidikan Sejarah sejak tahun 2016 sampai sekarang (September 2025).
- Nardi, S.E. (2016 – 2024)
- Raharjo Kurniawan, S.E. (2024 – 31 Agustus 2025)
- Salsabila Putri Azzahra, S.Pd. (15 September 2025 – sekarang)
Aktivitas Dosen di Luar Prodi
Selain terlibat aktif dalam pelaksanaan “Tri Dharma Perguruan Tinggi” (Pengajaran, Penelitian, Pengabdian), sepanjang prodi berdiri, sebagian dosen Prodi Pendidikan Sejarah UNS banyak terlibat dalam berbagai aktivitas dan jabatan di luar prodi, di antaranya seperti menjadi:
- Wakil Dekan di Fakultas
- Ketua Senat Fakultas
- Anggota Senat Universitas
- Kaprodi S2 Pendidikan Sejarah UNS (*berdiri tahun 2001, namun cikal bakalnya sudah ada sejak tahun 1986 yakni ketika diselenggarakan Program KPK IKIP Negeri Jakarta di UNS)
- Sekretaris S2 Pendidikan Sejarah UNS
- Kaprodi S3 Pendidikan Sejarah UNS (*berdiri tahun 2018)
- Ketua UP2KT FKIP (menangani PPL/PLP)
- Ketua dan anggota PSPP (Pusat Studi Pengamalan Pancasila)
- Ketua CDC (Career Development Center) FKIP
- Ketua LP2KS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah). Kini menjadi Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah.
- Ketua/sekretaris Dirjen GTK (Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan)
- Anggota Komite Sekolah
- Asesor LAMDIK (Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan)
- Reviewer Jurnal
- Dosen Pendamping KKN (Kuliah Kerja Nyata)
- Dosen MKU (Mata Kuliah Umum) di prodi/fakultas lain
- Dosen PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) (2008-2017)
- Dosen PPG (Pendidikan Profesi Guru) Prajab dan Daljab (2018-sekarang)
- Narasumber Seminar/Kuliah Tamu
Riwayat Lokasi Kantor/Ruang Prodi
Pada awal pendiriannya, ruang dosen atau kantor Prodi Pendidikan Sejarah UNS masih berlokasi di kampus UNS Pabelan (kini sebagian area sudah dibangun Rumah Sakit UNS). Saat itu Kampus UNS Pabelan ditempati beberapa fakultas seperti Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, FKg dan FIP (yang kemudian jadi FKIP). Beberapa tahun awal sejak didirikan, kampus UNS masih terpencar-pencar. UNS masih tahap proses membangun dan menyiapkan “kampus pusat” atau “kampus induk” di wilayah Kentingan Surakarta. Sejak 1976 sampai awal tahun 1980, UNS sendiri masih berkantor pusat di Pagelaran Kraton Kasunanan Surakarta. Barulah pada Maret 1980, kantor pusat (rektorat) UNS berpindah ke Kentingan. Perpindahan tersebut juga diikuti oleh fakultas-fakultas tertentu secara bertahap yakni bagi fakultas yang bangunannya sudah selesai dan siap digunakan. Pada gilirannya, FKIP pun juga menyusul pindah ke wilayah kampus induk di Kentingan.
Pada tahun 1986, kantor Prodi Pendidikan Sejarah UNS berpindah ke gedung baru di Kentingan, bersamaan dengan prodi-prodi lain dari Jurusan P.IPS, P.MIPA dan IP. Ruang dosen Prodi Pendidikan Sejarah menempati gedung baru yang kemudian dikenal dengan sebutan Gedung C FKIP UNS. Di gedung yang baru ini, ruang-ruang prodi disekat memanjang utara-selatan di bagian tengahnya. Ruang Prodi Pendidikan Sejarah awalnya menempati sisi tengah, menghadap ke timur (pintu masuk dari timur). Ruang Prodi Pendidikan Sejarah bersebelahan (tetapi saling berhadapan) dengan ruang Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (paling selatan) dan Ruang Jurusan P.IPS di sebelah utaranya. Adapun barisan di blok barat dari gedung C ditempati Prodi Pendidikan Geografi dan Pendidikan Ekonomi (yang terdiri dari 3 Bidang Keahlian Khusus/BKK yaitu BKK Tata Niaga, BKK Administrasi Perkantoran, BKK Akuntansi). Prodi Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Geografi pintu masuknya berada di sisi barat. Itulah sebabnya beberapa ruang di Gedung C sampai sekarang masih digunakan sebagai ruang kuliah mahasiswa Pendidikan Ekonomi, termasuk Tania.
Dalam perkembangannya, Prodi Pendidikan Ekonomi (3 BKK) yang berada di Gedung C dipindah ke gedung B yang kemudian hari berdiri sendiri-sendiri menjadi 3 prodi (Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Akuntansi, dan Pendidikan Adiministrasi Perkantoran). Pasca perubahan tersebut, masing-masing ruang prodi di Gedung C menjadi lebih luas karena tanpa sekat di tengahnya. Semua pintu masuk ruang prodi berada di sisi barat. Gedung C dibagi menjadi 7 ruangan utama. Dari paling selatan adalah ruang Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, sebelah utaranya ruang Prodi Pendidikan Sejarah, sebelah utaranya ruang Prodi Pendidikan Geografi, kemudian utaranya lagi ruang Jurusan P.IPS. Adapun di sebelah blok utara lobi Gedung C difungsikan sebagai ruang PUM (administrasi), Tania, dan yang paling utara digunakan sebagai ruang Prodi Sosiologi Antropologi (prodi baru, berdiri tahun 2000 dan mulai dibuka tahun 2001).
Pada tahun 2016, pasca dihapuskannya struktur dan sistem tata kelola Jurusan (P.IPS), ruang-ruang prodi di Gedung C kembali mengalami perubahan. Ruang Prodi Pendidikan Sejarah bergeser ke sebelah utara menempati bekas ruangan Jurusan P.IPS. Sedangkan ruang Prodi Pendidikan Geografi menempati posisi paling selatan, dan di bagian tengah digunakan sebagai ruang prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Adapun ruang Pendidikan Sosantro tidak mengalami perubahan, yakni tetap berada di pojok paling utara. Demikian perubahan terakhir pembagian ruang prodi di Gedung C FKIP UNS yang bertahan hingga sekarang.
Laboratorium/Perpustakaan Prodi
Laboratorium (Perpustakaan dan Ruang Baca) Prodi S1 Pendidikan Sejarah UNS mulai dirintis sejak awal tahun 1980an, yakni ketika prodi masih menempati kampus di Pabelan. Ketika pindah ke kampus Kentingan (1986), Laboratorium Pendidikan Sejarah menempati Gedung B lantai 3 bagian pojok barat sebelah utara (menghadap lapangan Gelora Merdeka FKIP). Setelah sekian lama menempati lantai 3 Gedung B, pada akhir September 2016, Laboratorium/Perpustakaan Prodi Pendidikan Sejarah resmi “boyongan” ke Gedung C lantai 3 (pojok selatan menghadap ke timur). Perpindahkan tersebut didasarkan pada kesepakatan “tukar ruangan” antara Prodi Pendidikan Sejarah dan Prodi Pendidikan Ekonomi yang dirasa sama-sama menguntungkan. Pada saat itu, segenap pengurus Lab/Perpus berjibaku gotong royong dalam memindahkan semua koleksi, termasuk beberapa koleksi arca berukuran besar. Mereka harus naik turun tangga berkali-kali dengan barang bawaan yang banyak dan berat.
Pada bulan Juli 2022, Laboratorium/Perpustakaan Prodi Pendidikan Sejarah kembali pindah lokasi. Kali ini “boyongan” dilakukan dari dari Gedung C lantai 3 ke lantai 2 (menghadap ke barat). Perpindahan tersebut lagi-lagi dilakukan setelah adanya kesepakatan “tukar ruangan” antara Prodi Pendidikan Sejarah dan Prodi Pendidikan Ekonomi. Lagi-lagi pengurus Lab/Perpus (bersama pekerja dari luar) harus berjibaku mengangkut seluruh koleksi ke tempat yang baru. Kini mahasiswa prodi tidak perlu jauh-jauh dan bersusah payah untuk mengunjungi Laboratorium (Perpustakaan dan Ruang Baca) Prodi Pendidikan Sejarah. Selain ruangannya baru dan lebih nyaman (karena telah direnovasi), Laboratorium yang sekarang lebih strategis karena berdekatan dengan ruang dosen di lantai 1 dan ruang perkuliahan di lantai 3. Semua berlokasi di satu gedung yang sama yakni Gedung C FKIP UNS.
Berikut riwayat Kepala Laboratorium (Perpustakaan dan Ruang Baca) Prodi Pendidikan Sejarah UNS:
- Drs. K. Hardono, M.Pd. (era Kampus Pabelan)
- Drs. T. Suparman, M.Pd. (era Kampus Kentingan, tahun?)
- Drs. Saiful Bachri, M.Pd. (tahun?)
- Dra. Sutiyah, M.Pd. (1998-1999)
- Drs. Akhmad Arif Musadad, M.Pd. (1999-2003)
- Drs. Saiful Bachri, M.Pd. (2003-2007)
- Drs. Tri Yuniyanto, M.Hum (2007-2015/ 2 periode)
- Isawati, S.Pd., M.A. (2015-2019)
- Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd. (2019-2023)
- Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., M.A. (Plt. 2023-2024)
Pada akhir tahun 2024, muncul kebijakan baru dari universitas yang mengharuskan adanya peleburan antar laboratorium atas dasar efektivitas dan efisiensi. Dampak dari kebijakan tersebut adalah terjadinya peleburan pengelolaan antara Laboratorium Prodi Pendidikan Sejarah dan Laboratorium Pendidikan Sosiologi Antropologi. Kedua laboratorium disatukan menjadi Laboratorium Pembelajaran Sosial dan Humaniora yang diketuai oleh Dr. Siany Indria Liestyasari, S.Ant, M.Hum dari Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS.
Jurnal, Web dan Media Sosial Prodi
Dalam menjalankan fungsinya, Prodi S1 Pendidikan Sejarah FKIP UNS turut disokong adanya jurnal, web, dan media sosial prodi. Semuanya dikelola oleh dosen internal prodi. Jurnal Prodi Pendidikan Sejarah UNS bernama CANDI mulai dirintis oleh Riyadi, S.Pd., M.A. pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Djono, M.Pd. (saat itu masih bergelar Drs. Djono, M.Pd.). Adapun web dan media sosial prodi (channel youtube dan instagram) mulai dirintis pada masa kepemimpinan Dr. Sutiyah, M.Pd., M.Hum. Eksistensi Prodi Pendidikan Sejarah UNS juga disokong oleh berbagai kegiatan rutin mahasiswa yang diselenggarakan oleh HMP Ganesha, sebuah himpunan atau organisasi kemahasiswaan di tingkat Prodi. HMP Ganesha bersekretariat di Gedung C Lantai 3 FKIP UNS, sebelah utara ruang kuliah C301. Tagline resmi HMP Ganesha yaitu “Totalitas Tanpa Batas”. Adapun Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS, sejak akhir tahun 2022 memiliki tagline resmi “Belajar Masa Lalu, Menatap Masa Depan”.
Riwayat Akreditasi Prodi
Berikut rincian hasil dari enam akreditasi/reakreditasi terakhir Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNS:
- BANPT: Terakreditasi B (9 Agustus 1998 – 11 Agustus 2003)
- BANPT: Terakreditasi B (4 April 2002 – 4 April 2007)
- BANPT: Terakreditasi B (12 Januari 2008 – 12 Januari 2013)
- BANPT: Terakreditasi A (24 Agustus 2013 – 24 Agustus 2018)
- BANPT: Terakreditasi A (5 Desember 2018 – 5 Desember 2023)
- LAMDIK: Terakreditasi UNGGUL (6 Desember 2023 – 5 Desember 2028)
Selain akreditasi nasional (BANPT/LAMDIK), pada akhir tahun 2023, Prodi Pendidikan Sejarah UNS juga telah terakreditasi internasional AQAS (4 Desember 2023 – 31 Desember 2029).
Profil Alumni/Lulusan Prodi
Sejak berdirinya (1979) sampai dengan tahun 2025, Prodi S1 Pendidikan Sejarah UNS telah meluluskan ribuan mahasiswa yang berasal dan tersebar dari/ke banyak wilayah di Indonesia. Banyak lulusan yang bekerja menjadi guru di SMA, MA, SMK, SMP dan MTs. Sebagian diangkat menjadi kepala/pengawas sekolah. Tidak sedikit pula lulusan yang kemudian menempuh studi lanjut dan menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Indonesia seperti UNS, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Lampung (UNILA), Universitas Jember (UNEJ), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Mahasaraswati (UNMAS), UIN Raden Mas Said Surakarta, Universitas PGRI Madiun, dan IAIN Ponorogo. Sebagian lulusan diterima bekerja di museum sebagai tour guide atau edukator. Sebagian ada yang mendirikan bimbel (bimbingan belajar), penerbitan buku, penulis buku, pegiat sejarah, dan ada yang mengembangkan konten sejarah/permuseuman. Adapun sebagian lulusan lainnya memilih berwirausaha yakni mendirikan dan mengembangkan usaha di bidang yang digelutinya masing-masing.
Tradisi Kekeluargaan
Prodi Pendidikan Sejarah UNS memiliki beberapa tradisi yang sampai saat ini masih terjaga dan terlaksana secara rutin. Yang pertama adalah halalbihalal. Acara halalbihalal bertempat di rumah dosen dan dilaksanakan setiap tahun sekali secara bergantian (bergiliran). Tradisi halalbihalal di Prodi Pendidikan Sejarah sudah berlangsung sejak awal 1980an, yakni sejak periode-periode awal prodi didirikan (era Kampus Pabelan) dan masih lestari hingga saat ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa kekeluargaan bagi segenap keluarga besar dosen dan admin Prodi Pendidikan Sejarah baik yang masih aktif maupun yang sudah purna tugas. Selain halalbihalal, Prodi Pendidikan Sejarah juga memiliki tradisi rutin menyelenggarakan acara mangayubagya (menyambut) bagi dosen yang akan purna tugas atau pensiun sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan kepada institusi.
*Penulis: Dadan Adi Kurniawan (Staff Pengajar Prodi Pendidikan Sejarah UNS)

