Dava Akbar Ardhana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret angkatan 2023, menjadi salah satu contoh mahasiswa lintas disiplin yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Di tengah kesibukan akademik yang biasanya diisi dengan membaca buku sejarah, menjelajahi tempat kuno, dan menelusuri sumber arsip, ia justru terlibat dalam dunia yang tampak jauh dari urusan kronik dan periodisasi, yakni dunia otomotif dan rekayasa biaya manufaktur.
Pada tahun 2024, Dava bersama tim Bengawan Formula Student UNS berhasil meraih juara kedua (2nd Place) dalam kategori Cost Manufacturing di ajang Formula SAE Italy 2024, sebuah kompetisi otomotif mahasiswa berskala internasional yang diikuti oleh berbagai universitas dari seluruh dunia. Prestasi ini menempatkan nama Universitas Sebelas Maret di antara deretan kampus terbaik yang mampu bersaing dalam bidang teknik dan inovasi industri.

Ajang Formula SAE Italy sendiri merupakan kompetisi bergengsi yang tidak hanya menilai performa mobil di lintasan, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam merancang strategi bisnis, perencanaan biaya, efisiensi manufaktur, serta presentasi profesional. Kompetisi ini terdiri dari dua bagian besar, yakni static event dan dynamic event. Dalam kategori static event seperti Cost & Manufacturing Report, peserta dituntut untuk mampu menyusun laporan perencanaan biaya produksi yang efisien, memperhitungkan penggunaan material, serta menyajikan analisis ekonomi yang realistis terhadap mobil rancangan tim mereka.
Dava menjadi bagian penting dari tim tersebut, ia ikut serta dalam penyusunan strategi biaya, analisis efisiensi produksi, serta pengelolaan data yang dibutuhkan dalam laporan tim. Di balik layar, kerja keras tim ini berbuah hasil gemilang: Bengawan Formula Student UNS berhasil menempati posisi kedua dalam kategori Cost Manufacturing pada tahun 2024, sekaligus memperlihatkan kemampuan mahasiswa Indonesia untuk bersaing di ranah global.

Keikutsertaan Dava dalam tim Bengawan Formula Student menjadi contoh menarik bagaimana seorang mahasiswa sejarah mampu beradaptasi dan berkontribusi di bidang yang sepintas tampak jauh dari disiplin ilmunya. Kolaborasi lintas jurusan yang terjadi dalam tim ini memperlihatkan bahwa inovasi dan keberhasilan tidak hanya bergantung pada satu bidang keilmuan, melainkan pada sinergi dari berbagai latar belakang akademik. Pengalaman ini menunjukkan bahwa mahasiswa sejarah tidak hanya berfokus pada masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proyek masa depan yang menuntut keterampilan analisis, ketelitian, dan kemampuan berpikir strategis.
Selain itu, keberhasilan Dava dan timnya membawa pulang penghargaan internasional juga memperkuat reputasi Universitas Sebelas Maret sebagai salah satu perguruan tinggi yang mendukung mahasiswa untuk berprestasi lintas bidang. Menurut laporan resmi UNS dan pemberitaan dari Suara Merdeka, tim Bengawan Formula Student UNS dalam beberapa tahun terakhir berhasil meraih berbagai penghargaan di ajang Formula SAE Italy, termasuk posisi kedua dalam Business Presentation dan Cost Event pada tahun 2024 dan dua podium ditahun 2024, serta tiga penghargaan sekaligus pada tahun 2025 (UNS, 2025; Suara Merdeka, 2025).
Prestasi Dava di ajang internasional ini menjadi gambaran bagaimana semangat kolaboratif, keterbukaan terhadap pengetahuan baru, serta kemauan untuk belajar lintas disiplin dapat membuka ruang prestasi yang lebih luas bagi mahasiswa. Di tengah arus globalisasi pendidikan tinggi, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai bidang keilmuannya, tetapi juga memiliki fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi terhadap hal-hal baru.

Melalui kiprahnya di Bengawan Formula Student, Dava Akbar Ardhana menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah juga dapat berperan aktif dalam dunia inovasi teknologi dan ekonomi kreatif. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa sejarah tidak selalu berhenti di masa lampau, tetapi justru menjadi fondasi untuk memahami dinamika perubahan dan membangun masa depan yang lebih visioner.
Prestasi yang diraih Dava tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani menembus batas disiplin ilmu dan mencari ruang kontribusi yang lebih luas. Dengan semangat itu, kisah Dava adalah cerminan nyata bahwa sejarah bisa hidup di mana saja, bahkan di lintasan balap mobil formula di Italia.
Oleh: Ilham Putra Pratama (Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNS Angkatan 2023)

