Benedictus Alga Hardhadhi adalah salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah UNS angkatan 2023. Di balik aktivitas akademiknya yang berfokus pada studi sejarah dan pendidikan, Alga (sapaan akrabnya) menunjukkan bakat luar biasa di bidang olahraga bela diri, khususnya karate. Ketekunannya dalam berlatih dan semangat kompetitif yang tinggi membawanya meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Pada tanggal 26–27 April 2025, Alga mengikuti Solo National Karate Open Championship 2025, sebuah kejuaraan karate tingkat nasional yang diselenggarakan di GOR Sritex Arena, Surakarta. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 936 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia dan mempertandingkan berbagai kelas mulai dari pra usia dini hingga kategori senior. Menurut laporan dari Radio Republik Indonesia (RRI), kejuaraan ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender olahraga nasional yang bertujuan untuk mengasah kemampuan atlet sekaligus menjaring potensi karateka berprestasi di seluruh Indonesia (RRI, 2025).

Dalam kejuaraan tersebut, Benedictus tampil gemilang dengan meraih dua penghargaan sekaligus. Ia berhasil memperoleh Juara 1 dalam kategori Kata Perorangan Senior Putra, sebuah kategori yang menilai ketepatan, kekuatan, dan estetika gerak dalam seni bela diri karate. Selain itu, Benedictus juga meraih Juara 2 dalam kategori Kumite Senior –67 Kg Putra, yang merupakan nomor pertarungan langsung antar-atlet. Prestasi ganda ini menunjukkan kemampuannya yang seimbang antara aspek teknis dan fisik, dua unsur utama dalam cabang olahraga karate.

Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Alga, tetapi juga bagi Program Studi Pendidikan Sejarah. Ia menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa dari bidang humaniora pun dapat berprestasi luar biasa di dunia olahraga. Semangat juang, kedisiplinan, serta kerja keras yang ia tunjukkan mencerminkan nilai-nilai luhur yang sejalan dengan karakter seorang sejarawan—tekun, fokus, dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.

Keikutsertaannya dalam kejuaraan nasional tersebut juga menggambarkan dapat terjadinya keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik di lingkungan pendidikan tinggi. Melalui aktivitas olahraga, mahasiswa tidak hanya mengembangkan potensi fisik, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Bagi Alga, prestasi ini menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap sejarah dapat berjalan berdampingan dengan dedikasi dalam olahraga.

Lebih dari sekadar trophy kemenangan, pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan diri di berbagai bidang, Alga menunjukkan bahwa keberhasilan di dunia akademik tidak harus menutup pintu bagi prestasi di bidang lain. Ia membuktikan bahwa semangat, disiplin, dan konsistensi mampu membawa seseorang meraih kesuksesan, baik di ruang kuliah maupun di arena kompetisi.

 

Oleh: Ilham Putra Pratama (Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNS Angkatan 2023)

Komentar