Pada hari Sabtu, 22 November 2025, HMP Ganesha mengadakan kegiatan Historical Walking Tour (HWT) di kawasan kolonial, Surakarta. Kawasan ini berada di kawasan Benteng Vastenburg. Kegiatan ini masih berkolaborasi dengan salah satu komunitas sejarah yang ada di kota Surakarta yaitu Solo Societeit. HWT memiliki tujuan untuk menjelajah kawasan sejarah yang berada di tengah kota Solo yang masih jarang orang ketahui, sekaligus untuk memperkenalkan mahasiswa pendidikan sejarah pada warisan budaya yang ada di sekitar kita.
Tahun ini HWT mempunyai tema “ Jelajah Kawasan Yang Melanggengkan Kekuasaan Kolonial “ alasan dipilih tema tersebut karena masih banyak orang yang mengira kota Surakarta atau Solo hanya berfokus pada Keraton maupun Mangkunegaran, tetapi ternyata Surakarta juga memiliki bekas wilayah yang menjadi kekuasaan kolonial dan sampai sekarang tempat tersebut masih. Selama kegiatan ini, peserta diajak untuk menyusuri gang – gang kecil yang ternyata mempunyai makna cerita sejarah, dimulai dari benteng Vastenburg menuju Gedung Djoeang 45, berlanjut menuju kawasan kolonial yang berada di Kawasan Loji Wetan. Kawasan Loji Wetan dulunya merupakan kawasan perkampungan kolonial lengkap dengan tempat – tempat yang dibutuhkan orang belanda seperti tempat hiburan (bioskop), tempat untuk pengatur air sungai / pompa air, dan lengkap dengan tempat kesehatan, jika di jaman sekarang bisa disebut sebagai puskesmas. Tempat tersebut sampai sekarang masih digunakan dan berubah menjadi sebuah Gereja yang bernama Gereja Pantekosta. Gereja tersebut khas dengan bangunan belanda dan kita diizinkan untuk bisa naik ke lantai dua yang ternyata terdapat banyak arsip foto kota Solo jaman dahulu. Setelah dari kawasan Loji Wetan kita kembali ke arah titik kumpul, menuju sisi selatan Benteng Vastenburg sembari mendengarkan kisah – kisah yang belum banyak kita ketahui tentang kota Solo khususnya wilayah Solo kota.
Kegiatan ini dibuka untuk semua mahasiswa aktif UNS, dengan tarif pendaftaran sebesar RP 20.000,- per peserta. Dimulai pukul 07.00 dan mulai untuk menjelajah kawasan kolonial pukul 08.30 karena masih menunggu kedatangan dari pihak Solo Societeit. Total peserta HWT tahun ini sebanyak 63 orang lengkap dengan panitia. Tidak hanya di ikuti oleh mahasiswa pendidikan sejarah saja, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa aktif dari prodi lain. Suasana pada kegiatan ini sangat menyenangkan, bermakna, walau sedikit panas tetapi peserta tetap semangat untuk berjalan. Jalan – jalan ini berjarak sekitar 4 km, dan selesai pukul 11. 30.
Semoga kegiatan Historical Walking Tour 2025 dengan tema “ Jelajah Kawasan Yang Melanggengkan Kekuasaan Kolonial “ menjadi salah satu momen berharga, berkesan bagi mahasiswa pendidikan sejarah untuk menggali, memahami akan pentingnya pelestarian budaya lokal yang berada di kota Solo sekaligus dapat mengambil pelajaran dari nilai – nilai atau kisah sejarah yang ada. Kegiatan ini berjalan lancar, penuh antusias dan interaksi antara mahasiswa, pemandu, serta masyarakat setempat. Antusiasme peserta serta kelancaran seluruh rangkaian acara ini menunjukkan bahwa upaya mengenalkan sejarah lokal melalui pengalaman langsung mampu memberikan pemahaman yang lebih bermakna. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan menjadi kontribusi nyata dalam upaya pelestarian sejarah serta penguatan identitas budaya lokal bangsa.







