Views: 87
Views: 87
Oleh: Dwi Astutik, S.Pd., M.A.
Dosen Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi UNS
Email: dwiastutik@staff.uns.ac.id
Pendahuluan
Ketika mahasiswa menulis skripsi sebagai kewajiban dalam penyelesaian studi, salah satu bab yang harus ditulis adalah Kajian Pustaka atau Kajian Teori yang termuat di Bab II. Pada bab ini, mahasiswa diminta untuk menuliskan konsep dan teori yang dipilih sebagai perspektif, “pisau analisis” atau alat bantu dalam menulis pembahasan Bab 4. Konsep atau teori tersebut sangat penting dalam memberikan penegasan dan alat analisis supaya Bab 4-nya menjadi tegas, detail, dan analitis (mampu mengurai secara mendalam ke berbagai aspek penting). Bab II Skripsi bukanlah sekedar “tempelan” (hiasan atau pelengkap), tidak sekedar ngikut skripsinya kakak-kakak tingkat. Sebisa mungkin setiap mahasiswa “menyadari fungsi atas keberadaan” teori dan konsep di Bab II.
Sayangnya, seringkali antara konsep dan teori dimaknai sama. Mahasiswa sering kali memaknai keduanya secara “tumpang tindih”. Konsep merupakan sebuah ide atau gagasan yang menjelaskan sebuah obyek, peristiwa maupun hubungan. Contoh dari konsep misalnya makna dari “pemimpin”, “belajar dan pembelajaran”, “kelompok sosial”, “lembaga sosial”, “budaya” dan sebagainya. Konsep lebih mengarah pada pembatasan maksud/definisi/ruang lingkup atas “variabel-variabel” penting yang akan diteliti.
Teori merupakan kumpulan dari konsep, definisi, maupun proposisi yang saling berhubungan dan dapat menjelaskan sebuah fenomena secara sistematis. Teori juga dapat dicirikan dengan adanya indikator-indikator yang saling berhubungan dalam menjelaskan sebuah fenomena secara runtut atau sistematis. Teori tidak sekedar kumpulan definisi atau pengertian yang dicomot dari sana-sini. Teori tidaklah sama dengan sekedar definisi/pengertian. Contoh dari teori dalam ilmu sosial misalnya “teori struktural fungsional Talcott Parsons”, “teori strukturasi Anthony Giddens”, “teori Modal Sosial Pierre Bordieu, James Coleman, dan Fukuyama”, “teori tindakan komunikatif Jurgen Habermas” dan masih banyak sebagainya.
Atas permintaan seseorang (anonim), berikut penulis sajikan beberapa contoh teori dan konsep yang dapat dipilih dan digunakan untuk keperluan penulisan Bab 2 Skripsi, baik skripsi-skripsi di Prodi Pendidikan Sejarah maupun prodi-prodi sosial yang relevan:
1. Teori Perubahan Sosial
Teori Perubahan Sosial yang banyak digunakan biasanya berkisar antara Perubahan Sosial menurut William F.Oghburn dan Kingsley Davis, Spencer, dan Marx. Berikut beberapa referensi buku terkait Teori Perubahan Sosial:
- Soerjono Soekanto & Budi Sulistyowati. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
- Piotr Sztompka. (2004). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada
- Peter Burke. (2011). Sejarah dan Teori Sosial. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- Doyle Paul Johnson. (1988). Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT. Gramedia
- Aang Ridwan. (2019). Sosiologi Industri Transformasi Menuju Masyarakat Post-Industri. Bandung: CV Pustaka Setia
Beberapa referensi di atas memuat: (a) konsep dan pengertian perubahan sosial dari beberapa ahli, (b) bentuk-bentuk perubahan sosial, (c) arah perubahan sosial, (d) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial, (e) proses perubahan itu sendiri, (f) dampak perubahan sosial serta (g) hubungan perubahan sosial dengan kebudayaan.
2. Teori Modernitas dan Perspektif Modernitas (termasuk Modernisasi)
Teori Modernisasi sebagai kerangka sosiologi muncul sebagai alat untuk menganalisis transformasi yang dialami masyarakat dari keadaan tradisional menuju masyarakat modern. Beberapa yang sering dikutip berkaitan dengan modernisasi Wilbert Moore dan Neil Smelser yang dapat dibaca pada referensi pertama pada daftar buku di bawah. Berikut beberapa referensi terkait Teori Modernitas (termasuk Modernisasi):
- Piotr Sztompka. (2004). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada
- James S.Coleman. (2008). Dasar-Dasar Teori Sosial. Bandung: Penerbit Nusa Media
- George Ritzer. (2010). Teori Sosial Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana
- Jurgen Habermas. (2009). Rasio dan Rasionalisasi Masyarakat. Yogyakarta: Kreasi Wacana
- Jurgen Habermas. (2009). Kritik atas Rasio Fungsionalis. Yogyakarta: Kreasi Wacana
- Aang Ridwan. (2019). Sosiologi Industri Transformasi Menuju Masyarakat Post-Industri. Bandung: CV Pustaka Setia
Referensi di atas selain memuat: (a) definisi apa itu modernitas, (b) produk-produk modernitas (masyarakat industri sebagai salah satu wujud modernisasi), (c) hubungan antara pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan modernitas, (d) apa itu modernisasi, dan (e) dampak modernisasi. Jika ingin melihat produk modernitas secara lebih kritis, bisa menggunakan referensi c, d, e dapat menjadi alternatif referensi untuk dibaca.
3. Konflik Sosial
Konflik Sosial muncul sebagai sebuah konsekuensi dari dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah. Teori Konflik dalam ilmu sosial maupun secara umum dapat dilihat dari beberapa perspektif antara lain dari Karl Marx, Georg Simmel, Emile Durkheim, Lewis Coser, Ralf Dahrendorf sebagai tokoh teori konflik klasik. Referensi di bawah secara umum berisi mengenai: (a) definisi dan perkembangan definisi konflik dari beberapa ahli, (b) dinamika masyarakat yang akhirnya menimbulkan konflik, termasuk di dalamnya konflik kelompok, (c) stratifikasi sosial, konflik dan analisisnya dalam isu-isu kontemporer. Beberapa referensi yang dapat dibaca antara lain:
- Doyle Paul Johnson. (1988). Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT. Gramedia
- Novri Susan. (2009). Pengantar Sosiologi Konflik. Jakarta: Kencana
- Novri Susan. (2019). Sosiologi Konflik Teori-teori dan Analisis. Jakarta: Kencana
- Novri Susan. (2010). Pengantar Sosiologi Konflik dan Isu-Isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Kencana
- Habib Alwi. (2016). Pengantar Studi Konflik Sosial Sebuah Tinjauan Teoritis. Nusa Tenggara Barat: IAIN Mataram
4. Gerakan Sosial
Teori Gerakan Sosial yang dapat dipilih mencakup teori “gerakan sosial baru” Jurgen Habermas, Herbert Marcuse atau dapat juga mengacu pada gerakan radikal seperti teori Marxis tentang Perjuangan Kelas. Buku-buku dibawah ini berisi mengenai: (a) teori dan konsep gerakan sosial, (b) ciri-ciri gerakan sosial, (c) tujuan gerakan sosial, (d) pengaruh gerakan sosial, (e) macam gerakan sosial kiri baru dan beberapa studi gerakan sosial di beberapa wilayah salah satunya Indonesia. Beberapa referensi yang bisa dibaca terkait Teori dan konsep tentang Gerakan Sosial antara lain:
- Ben Agger. (2009). Teori Sosial Kritis. Yogyakarta: Kreasi Wacana
- Jenny Edkins & Nick Vaughan Williams (Editor). (2010). Teori-Teori Kritis (Menantang Pandangan Utama Studi Politik Internasional). Yogyakarta: BACA
- James S.Coleman. (2008). Dasar-Dasar Teori Sosial. Bandung: Penerbit Nusa Media
- Abdul Wahib Situmorang. (2013). Gerakan Sosial: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
5. Akulturasi dan Asimilasi
Akulturasi dan asimilasi merupakan bentuk asosiatif dari interaksi sosial. Referensi yang menuliskan akulturasi dan asimilasi dalam ilmu sosial banyak ditemukan pada buku referensi Pengantar Sosiologi. Dalam buku-buku pengantar tersebut dibahas Sosialisasi dan Interaksi Sosial yang di dalamnya memuat sub tema akulturasi dan asimilasi: Beberapa referensi buku dibawah ini memuat: (a) Definisi asimilasi dan akulturasi, (b) faktor yang menyebabkan terjadinya asimilasi, dan (c) faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi dan akulturasi. Beberapa referensi yang dimaksud yaitu:
- Ibrahim Fikma Edrisy. (2022). Pengantar Sosiologi. Bandarlampung: Pusaka Media
- Soerjono Soekanto & Budi Sulistyowati. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
- Baharudin. (2021). Pengantar Sosiologi. Mataram: Sanabil
- Abdullah Muzakar. (2023). Pengantar Sosiologi. Lombok Timur: Universitas Hamzanwadi Press.
6. Pendidikan Multikultural
Pendidikan multikultural merupakan sebuah ide perubahan yang dikenalkan oleh James Bank dalam mengupayakan kesempatan pendidikan yang sama untuk semua anak tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras. Referensi yang disajikan berisi mengenai: (a) definisi multikulturalisme dan keberagaman dari beberapa perspektif ahli, (b) definisi pendidikan multikultural dan indikatornya, (c) ruang lingkup tujuan pendidikan multikultural, (d) kebijakan dan strategi pendidikan multikultural, dll.
Sumber referensi yang dapat dibaca untuk menulis pendidikan multikultural antara lain:
- James Bank. (2014). An Introduction to Multicultural Education Fifth Edition. Pearson Education, United States of America. (tersedia secara ebook dan dapat diunduh secara gratis).
- Bikhu Parekh. (2008). Rethinking Multiculturalisme Keberagaman Budaya dan Teori Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
- Akhyar Yusuf Lubis. (2016). Pemikiran Kritis Kontemporer (Dari Teori Kritis, Cultural Studies, Feminisme, Poskolonial hingga Multikulturalisme). Jakarta: Rajawali Pers.
- Choirul Mahfud. (2013). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
- Yaya Suryana & A. Rusdiana. (2015). Pendidikan Multikultural. Bandung: CV. PUSTAKA SETIA
- George Ritzer. (2010). Teori Sosial Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana
7. Pendidikan Inklusi
Mengacu pada pedoman pelaksanaan Pendidikan Inklusi oleh Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, membatasi mengartikan inklusi sebagai pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka bagi siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda. Perbedaan yang dimaksud meliputi karakteristik siswa, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, agama dan budaya. Pendidikan inklusi merupakan sebuah gagasan perubahan dalam pendidikan yang menginginkan pendidikan diberikan secara inklusif. Inklusif dalam arti yang luas mencakup kesetaraan tentang bagaimana memberi kesempatan sama kepada semua anak, salah satunya untuk belajar di kelas yang sama. Namun dari beberapa sumber buku yang ada sejauh ini, pemaknaan pendidikan inklusi masih terbatas, yakni lebih mengarah pada pendidikan untuk ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).
Beberapa referensi yang dapat dibaca terkait konsep Pendidikan Inklusi (pengertian, karakteristik, kebijakan, dan implementasi pendidikan inklusi) antara lain:
- Imam Yuwono & Utomo. (2021). Pendidikan Inklusi. Yogyakarta: Deepublish
- (2021). Pengantar Pendidikan Inklusif. Jakarta: Kencana
- Ernawati Harahap, dkk. (2022). Bunga Rampai Pendidikan Inklusi. Pekalongan: PT Nasya Expanding Management
- Muhammad Hasan, dkk. (2023). Pendidikan Inklusi. Sukoharjo: Tahta Media Grup (Bisa diunduh gratis pada website penerbit).
Beberapa referensi buku di atas memuat: (a) pengertian pendidikan inklusi, (b) tujuan pendidikan inklusi, (c) karakteristik pendidikan inklusi, (d) kebijakan pendidikan inklusi, dll.
8. Pendidikan Karakter
Penelitian dan tulisan tentang Pendidikan Karakter sudah sangat banyak. Sumber-sumber tentang Pendidikan Karakter dapat dengan mudah diperoleh terutama sumber jurnal. Beberapa referensi buku cetak tentang Pendidikan Karakter yaitu:
- Muchlas Samani & Hariyanto. (2019). Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosda Karya Offsett
- Nur Haris Ependi. (2023). Pendidikan Karakter. Banten: PT Sada Kurnia Pustaka
- Thomas Lickona. (2012). Mendidik untuk Membentuk Karakter: Bagaimana Sekolah Dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Bertanggung Jawab (Terj). Jakarta: Bumi Aksara (Bisa diakses melalui Google Books)
Beberapa referensi buku di atas memuat: (a) pengertian dan ruang lingkup pendidikan karakter, (b) pendidikan nilai dan penurunan moral disertai contoh penurunan moral, (c) strategi membangun budaya positif di sekolah, (d) contoh moral budaya positif, dan (e) peran guru dan sekolah dalam pendidikan moral.

