Views: 366

Views: 366

Oleh: Dadan Adi Kurniawan

Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret

Email: dadan.adikurniawan@staff.uns.ac.id





Pendahuluan

Dalam proses belajar sejarah dibutuhkan banyak referensi kredibel yang memadahi untuk memperkaya wawasan, pemahaman, pendalaman dan perspektif. Sumber belajar sejarah ada banyak macam seperti buku, jurnal, artikel, koran, arsip, video youtube, dari para pelaku sejarah langsung, atau sumber-sumber lainnya. Berbagai sumber tersebut merupakan bahan nutrisi atau asupan bergizi untuk memberi warna pada “isi kepala” kita agar apa yang keluar (disampaikan) tidak sembarangan alias ada dasar yang bisa dipertanggungjawabkan. Sejarah tidak boleh mengada-ada (ditafsir serampangan atas ketidaktahuan kita), karena yang muncul nantinya cenderung narasi-narasi spekulatif, bahkan menciptakan “mitos-mitos sejarah”. Sejarah didasarkan pada sumber-sumber yang kredibel. Untuk mendalami sejarah, mau tidak mau kita harus banyak membaca. Membaca berbagai hasil riset/penelitian yang dipublikasikan dalam bentuk buku, artikel, laporan, makalah, atau lainnya. Jika kita belum tahu, maka kita katakan belum tahu atau tidak tahu.

Dari sekian banyak sumber belajar, “buku” merupakan salah satu sumber belajar sejarah yang umum dijumpai di banyak tempat. Tradisi penggunaan buku sebagai salah satu sumber belajar sejarah telah ada sejak lama. Banyak tokoh-tokoh besar dunia bergumul dan bercandu dengan buku. Dari Indonesia, Mohammad Hatta adalah salah satu contohnya. Ia dikenal sebagai pecinta buku. Buku adalah hidupnya, nafasnya.

Dalam kesempatan ini, penulis sajikan buku-buku babon (induk) dan buku-buku pelengkap terkait sejarah Indonesia (Nusantara) mulai dari masa Praaksara hingga akhir Orde Baru, dan sedikit sumber untuk periode Reformasi. Tujuan dari inventarisasi buku sejarah dalam tulisan kali ini ialah untuk memudahkan para pembaca (utamanya para mahasiswa) dalam memperoleh gambaran terkait “sumber-sumber dasar” apa saja yang diperlukan dalam mendalami sejarah Indonesia. Tentu buku-buku yang penulis sajikan belumlah semua. Selain itu, kita juga masih perlu menopang buku-buku tersebut dengan sumber-sumber lain utamanya artikel jurnal yang kini sangat mudah diperoleh secara online. Meskipun sebagian buku sudah sulit diperoleh (karena sudah tidak cetak lagi), setidaknya kita “tidak asing” terhadap buku-buku tersebut. Jika diajak ngobrol teman atau ditanya orang, setidaknya kita kenal sedikit-sedikit, syukur banyak (mendalam).



Buku-Buku Sejarah Indonesia dengan Cakupan Relatif Lengkap (Memuat Tema Sejarah Praaksara, Hindu-Budha, Islam, Kolonial, Pendudukan Jepang, Sekitar Kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi):

  1. M.C. Ricklefs. (1991). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  2. M.C. Ricklefs. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
  3. Dadan Adi Kurniawan, Penta Lavida, & Nasta Ayundra O.M. (2024). Kamus Sejarah Indonesia Dari Masa Praaksara Hingga Reformasi. Surakarta: Selaklali
  4. Bernard H.M. Vlekke. (2008). Nusantara: Sejarah Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
  5. Parakitri T. Simbolon. (2006). Menjadi Indonesia. Jakarta: Kompas.
  6. Antony Reid. (2020). Asia tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680. (Cetakan 4). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  7. D.G.E. Hall. (1988). Sejarah Asia Tenggara. Surabaya: Usaha Nasional.


Selain 6 Buku di atas, terdapat IDAS (Indonesia Dalam Arus Sejarah) yang terdiri dari 9 Jilid (Jilid 9 merupakan Faktaneka dan Indeks). 9 Jilid ini dieditori oleh Taufik Abdullah & A.B. Lapian (editor umum). Diterbitkan tahun 2012 di Jakarta oleh penerbit PT Ichtiar Baru van Hoeve. Berikut daftar 8 Jilid IDAS yang bisa digunakan untuk memahami Sejarah Indonesia:

Jilid 1: Indonesia dalam Arus Sejarah: Prasejarah

Jilid 2: Indonesia dalam Arus Sejarah: Kerajaan Hindu Budha

Jilid 3: Indonesia dalam Arus Sejarah: Kedatangan dan Peradaban Islam

Jilid 4: Indonesia dalam Arus Sejarah: Kolonisasi dan Perlawanan

Jilid 5: Indonesia dalam Arus Sejarah: Masa Pergerakan Kebangsaan

Jilid 6: Indonesia dalam Arus Sejarah: Perang dan Revolusi

Jilid 7: Indonesia dalam Arus Sejarah: Pascarevolusi

Jilid 8: Indonesia dalam Arus Sejarah: Orde Baru dan Reformasi


Selain IDAS, jauh sebelumnya sudah pernah terbit SNI (Sejarah Nasional Indonesia) yang terdiri dari 6 Jilid (cover warna abu-abu). SNI ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto. SNI pertama kali terbit pada tahun 1975 diJakarta oleh penerbit Balai Pustaka. SNI ini dikenal sebagai “Buku Putih” dan Buku “Sejarah Resmi” (Official History). Belakangan, SNI telah diterbitkan lagi (cover warna merah) dengan adanya penyesuaian-penyesuaian. Berikut daftar 6 Jilid SNI yang bisa digunakan untuk memahami Sejarah Indonesia:

Jilid 1: Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah di Indonesia

Jilid 2: Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Kuno

Jilid 3: Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Pertumbuhan & Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia

Jilid 4: Sejarah Nasional Indonesia: Kemunculan Penjajahan di Indonesia

Jilid 5: Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda

Jilid 6: Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Jepang & Zaman Republik



Buku-Buku Sejarah Indonesia Periode Praaksara

  1. R. Soekmono. (1973). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid I. Yogyakarta: Kanisius.
  2. H.R. Van Heekeren. (1955). Penghidupan dalam Zaman Prasejarah di Indonesia. Jakarta: Soroengan.
  3. Herimanto. (2013). Sejarah Indonesia Masa Praaksara. Yogyakarta: Ombak.
  4. Yusliani Noor & Mansyur. (2015). Menelusuri Jejak-Jejak Masa Lalu Indonesia. Banjarmasin: Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
  5. Harry Simanjutantak, dkk. (2014). Sangiran Menjawab Dunia. Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.



Buku-Buku Sejarah Indonesia Periode Hindu Budha (Sekitar Abad 4 – 15)

  1. Suwardono. (2013). Sejarah Indonesia Masa Hindu Buddha. Yogyakarta: Ombak.
  2. Sugeng Priyadi. (2017). Masa Hindu Buddha: Sejarah Indonesia Abad IV-XV. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  3. Hera Hastuti, Zul ‘Asri dan Zafri. (2024). Nusantara Zaman Pengaruh Hindu dan Buddha. Bandung: Mangu Makmur Tanjung Lestari.
  4. R. Soekmono. (1981). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid II. Yogyakarta: Kanisius.
  5. R. Soekmono. (2017). Candi: Fungsi dan Pengertiannya. Yogyakarta: Ombak.
  6. Herimanto. (2018). Sejarah dan Arsitektur Candi di Indonesia. Sukoharjo: Dio Media.
  7. Supratikno Raharjo. (2011). Peradaban Jawa Dari Mataram Kuno Sampai Majapahit Akhir. Jakarta: Komunitas Bambu.
  8. Slamet Mulyana. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara. Yogyakarta: LKiS.
  9. Ririn Darini. (2013). Sejarah Kebudayaan Indonesia Masa Hindu Buddha. Yogyakarta: Ombak.
  10. George Coedes. (2010). Asia Tenggara Masa Hindu Budha. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
  11. B.R. Chatterjee & N.P. Chakravarti. (2025). Sejarah Panjang Hubungan India dan Jawa; Bukti-Bukti Arkeologi dari Prasasti-Prasasti. IRCiSoD
  12. Agus Aris Munandar. (2010). Gajah Mada: Biografi Politik. Jakarta: Komunitas Bambu.
  13. Inajati Andrisijanti (Ed.). (2014). MAJAPAHIT: Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota. Yogyakarta: Kepel Press.
  14. Adrian Perkasa. (2012). Orang-Orang Tionghoa dan Islam di Majapahit. Yogyakarta: Ombak.



Buku-Buku Sejarah Indonesia Periode Kerajaan-Kerajaan Islam (Sekitar Abad 13-19)

  1. Slamet Mulyana. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara. Yogyakarta: LKiS
  2. A. Daliman. (2012). Islamisasi dan perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
  3. R. Soekmono. (1973). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia (Jilid 3). Yogyakarta: Kanisius.
  4. M.C. Ricklefts. (2013). Mengislamkan Jawa: Sejarah Islamisasi di Jawa dan Penentangnya dari 1930 Sampai Sekarang. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
  5. Agus Sunyoto. (2016). Atlas Wali Songo. Jakarta: Mizan Media.
  6. Rachmad Abdullah. (2015). Walisongo: Gelora Dakwah dan Jihad di tanah Jawa (1404-1482). Surakarta: Al Wafi.
  7. F. Taufiq El Jaquene. (2020). Demak Bintoro: Kerajaan Islam Pertama di Jawa dari Kejayaan hingga Keruntuhan. Yogyakarta: Araska.
  8. Aristo Farela. (2017). A Short History of Java: Sejarah Singkat Pulau Jawa, Kultur, Manusia dan Budayanya. Surabaya: Ecosystem Publishing.
  9. Anton Satyo Hendriatmo. (2006). Giyanti 1755: Perang Perebutan Mahkota III dan Terpecahnya Kerajaan Mataram Menjadi Surakarta dan Yogyakarta. Tangerang: CS Books.
  10. Soemarsaid Moertono. (1985). Negara dan Usaha Bina Negara di Jawa Masa Lampau: Studi Tentang Masa Mataram II, abad XVI sampai XIX. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  11. Azyumardi Azra. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar Pembaruan Islam Indonesia. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.



Buku-Buku Sejarah Indonesia Periode Kedatangan Bangsa Eropa Hingga Periode Kolonial Belanda (Abad 16-Akhir Abad 19)

  1. Sartono Kartodirdjo. (2014). Pengantar Sejarah Indonesia Baru 1500-1900 Dari Emporium Sampai Imperium (Jilid 1). Yogyakarta: Ombak.
  2. Adora Kinara. (2025). VOC di Nusantara: Sebuah Sejarah Ringkas. Yogyakarta: Diva Press.
  3. R. Boxer. (1983). Jan Kompeni: Sejarah VOC dalam Perang dan Damai 1602-1799. Jakarta: Sinar Harapan.
  4. Jack Turner. (2011). Sejarah Rempah: Dari Erotisme sampai Imperialisme. Jakarta: Komunitas Bambu.
  5. Des Alvi. (2005). Sejarah Maluku: Banda Naira, Ternate, Tidore dan Ambon. Jakarta: Dian Rakyat.
  6. Muhajjah Saratini. (2025). Hindia Belanda Dari Masa ke Masa: Sebuah Sejarah Singkat. Yogyakarta: Diva Press.
  7. Jan Breman. (2014). Keuntungan Kolonial Dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa, 1720-1870. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  8. Robert Van Niel. (2003). Sistem Tanam Paksa di Jawa. Jakarta: LP3ES.
  9. Frances Gouda. (2007). Dutch Culture Overseas: Praktek Kolonial di Hindia Belanda 1900-1942. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
  10. Peter Carey. (2017). Inggris di Jawa 1811-1816. Jakarta: Kompas.
  11. Tim Hanigan. (2015). Raffles dan Invansi Inggris ke Jawa. Jakarta: KPG.
  12. Peter Carey. (2019). Kuasa ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855 (3 Jilid). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
  13. Peter Carey. (2004). Asal Usul Perang Jawa (Pemberontakan Sepoy dan Lukisan Raden Saleh). Yogyakarta: LKiS.
  14. Abdul Rohim. (2022). De Java Oorlog: Rangkuman Kronik Perang Jawa 1825-1830. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia.
  15. Karel Steenbrink. (2017). Kaum Kolonial Belanda dan Islam di Indonesia (1596-1942). Yogyakarta: Gading Publishing.
  16. Agus Joko Manteus. (2025). Sejarah gereja Indonesia. Bandung: Manggu Makmur Tanjung Lestari.



Buku-Buku Sejarah Indonesia Periode Pergerakan Nasional Hingga Runtuhnya Kolonial Belanda (Sejak Awal Abad 20 – 1942)

  1. Sartono Kartodirdjo. (1990). Sejarah Pergerakan Nasional, dari Kolonialisme sampai Nasionalisme. Jakarta: Gramedia
  2. Takashi Shiraishi. (1997). Jaman Bergolak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
  3. Akira Nagazumi. (1989). Bangkitnya Nasionalisme Indonesia:Budi Utomo 1908-1918. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
  4. Frank Dhont. (2005). Nasionalisme Baru Intelektual Indonesia Tahun 1920-an. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  5. Susanto Tirtoprojo. (1980). Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia. Jakarta: PT Pembangunan.
  6. S.J. Rutgers. (2012). Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
  7. Suhartono. (1994). Sejarah Pergerakan Nasional dari Budi Utomo sampai Proklamasi 1908-1945. Tanpa Penerbit.
  8. Robert van Niel. (1984). Munculnya Elite Modern Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya.
  9. Her Suganda. (2015). Jejak Soekarno di Bandung (1921-1934). Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
  10. Ahmad Adam. (2003). Sejarah Awal Pers dan Kebangkitan Kesadaran Keindonesiaan. Jakarta: Hasta Mitra, Pustaka Utan Kayu, & Perwakilan KITLV Jakarta.
  11. Benedict Anderson. (2008). Immagined Communities: Komunitas-Komunitas Terbayang. Yogyakarta: Insist Press dan Pustaka Pelajar.
  12. Taufik Rahzen. (2007). Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia. Jakarta: I: Boeke.
  13. Onghokham. (2014). Runtuhnya Hindia Belanda. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.



Buku-Buku Sejarah Indonesia Periode Pendudukan Jepang (1942-1945)

  1. Aiko Kurasawa. (1993). Mobilisasi dan Kontrol: Studi tentang Perubahan Sosial di Pedesaan Jawa 1942-1945. Jakarta: Yayasan Karti Sarana dan Gramedia.
  2. Ken’ichi Goto. (1998). Jepang dan Pergerakan Kabangsaan Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  3. Harry J. Benda. (1980). Bulan Sabit dan Matahari Terbit: Islam di Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang. Jakarta: Pustaka Jaya.
  4. Benedict Anderson. (1988). Revolusi Pemoeda Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944-1946. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  5. Hendri F. Isnaeni & Apid. (2008). Romusa: Sejarah yang terlupakan. Yogyakarta: Ombak.



Buku-Buku Sejarah Indonesia Periode Sekitar Kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi (1945-2000an)

  1. Aman. (2015). Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan 1945-1998. Yogyakarta: Ombak.
  2. Hendri F. Isnaeni (editor). (2015). Seputar Proklamasi Kemerdekaan. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
  3. Daradjadi & Osa Kurniawan Ilham. Pejambon 1945: Konsensus Agung Para Pendiri Bangsa. Surakarta: CV Puspa Wedha.
  4. Antony J.S. Reid. (1996). Revolusi Nasional Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  5. George McTurnan Kahin. (2013). Nasionalisme dan Revolusi Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu.
  6. Nina H. Lubis, dkk. (2005). PETA Cikal Bakal TNI. Bandung: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Universitas Padjadjaran.
  7. G.J. Resink. (2013). Bukan 350 Tahun Indonesia Dijajah. Jakarta: Komunitas Bambu.
  8. Amiruddin Al-Rahab. (2014). Ekonomi Berdikari Soekarno. Jakarta: Komunitas Bambu.
  9. Sita Van Bemmeleb & Remco Raben. (2011). Antara Daerah dan Negara: Indonesia Tahun 1950-an. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia & KITLV-Jakarta.
  10. Jacques Bertrand. (2012). Nasionalisme dan Konflim Etnis di Indonesia. Yogyakarta: Ombak.
  11. Pambudi. (2009). Supersemar Palsu: Kesaksian Tiga Jenderal (Edisi Revisi). Yogyakarta: Media Pressindo.
  12. Tim Lembaga Analisis Informasi. (2007). Kontroversi Supersemar Dalam Transisi Kekuasaan Soekarno-Soeharto. (Edisi Revisi). Yogyakarta: Media Pressindo.
  13. Leo Suryadinata. (2023). Pribumi, Minoritas Tionghoa, dan Cina. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
  14. Richard Robinson. (2012). Soeharto & Bangkitnya Kapitalisme Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu.
  15. Peter Kasenda. (2013). Soeharto: Bagaimana Ia Bisa Melanggengkan Kekuasaan Selama 32 Tahun? Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
  16. Julia Suryakusuma. (2011). Ibuisme Negara: Konsstruksi Sosial Keperempuanan Orde Baru. Jakarta: Komunitas Bambu.
  17. Donald K. Emerson (editor). (2001). Indonesia Beyond Soeharto: Negara, Ekonomi, Masyarakat, Transisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  18. Katharine E. McGregor. (2008). Ketika Sejarah Berseragam: membongkar Ideologi Militer Dalam Menyusun Sejarah Indonesia. Yogyakarta: Syarikat.
  19. William Liddle. (1992). Pemilu-Pemilu Orde Baru: Pasang Surut Kekuasaan Politik. Jakarta: LP3ES.
  20. Tim. (1997). Evaluasi Pemilu Orde Baru. Bandung: Mizan.
  21. Leo Suryadinata. (1992). Golkar dan Militer: Studi Tentang Budaya Politik. Jakarta: LP3ES.
  22. Edward Aspinal, Herbert Feith & Gerry van Klinken (editor). (2000). Titik Tolak Reformasi: Hari-Hari Terakhir Presiden Soeharto. Yogyakarta: LKiS.
  23. Dewi Anggraeni. (2014). Tragedi Mei 1998 dan Lahirnya Komnas Perempuan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
  24. Iswan Kaputra, dkk. (2013). Dampak Otonomi Daerah di Indonesia: merangkai Sejarah Politik dan Pemerintahan Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.



Buku-Buku Seputar Sejarah Komunisme, PKI, Peristiwa 1948, Peristiwa 1965 dan Peristiwa-Peristiwa yang Melingkupinya

  1. Ruth McVey. (2010). Kemunculan Komunisme Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu.
  2. Evantino Febriana. (2009). Alimin dan Tan Malaka Pahlawan Yang Dilupakan. Yogyakarta: Bio Pustaka.
  3. Seri Buku Tempo. (2015). Tan Malaka Bapak Republik Yang Dilupakan (Seri Buku Tempo). Jakarta: KPG.
  4. Masykur Arif Rahman. (2013). Tan Malaka Pahlawan Besar yang Dilupakan Sejarah. Yogyakarta: Palapa.
  5. Tan Malaka. (2014). Madilog: Materialisme, Dialektika, dan Logika. Yogyakarta: Narasi.
  6. Tan Malaka. (2005). Merdeka 100%: Tiga Percakapan Ekonomi Politik. Jakarta: Margin Kiri.
  7. Harry A. Poeze. (2011). Madiun 1948: PKI Bergerak. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonedia & KITLV-Jakarta.
  8. David Charles Anderson. (2008). Kudeta Madiun 1948: Kudeta atau Konflik Internal Tentara? (Edisi Revisi). Yogyakarta: Media Pressindo.
  9. Larissa M. Efimova. (2010). Dari Moskow ke Madiun? Stali-PKI dan Hubungan Diplomatik Uni Soviet-Indonesia 1947-1953. Yogyakarta: Syarikat.
  10. Peter Edman. (2015). Komunisme Ala Aidit: Kisah Partai Komunis Indonesia di Bawah Kepemimpinan D.N. Aidit 1950-1965. Yogyakarta: Narasi.
  11. Hermawan Sulistyo. (2000). Palu Arit di Ladang Tebu. Jakarta: KPG.
  12. Aminuddin Kasdi. (2009). Kaum Merah Menjarah: Aksi Sepihak PKI/BTI di Jawa Timur 1960-1965. Yogyakarta: Yayasan Kajian Citra Bangsa.
  13. Joko Waskito. (2015). Siswoyo dalam Pusaran Arus Sejarah Kiri: Memoar Anggota Sekretariat CC PKI. Bandung: Ultimus.
  14. A. Pambudi. (2013). Siapa Dalang G 30 S?: Fakta & Rekayasa G 30 S Menurut Kesaksian Para Pelaku. Yogyakarta: Media Pressindo.
  15. Husnu Mufid. (2008). Epilog Kudeta G 30 S PKI : Siapa Melawan Siapa. Surabaya: JP Books.
  16. Aminuddin Kasdi, dkk. (2019). PKI Dalang Dan Pelaku Kudeta G-30S/1965. Jombang: Masyarakat Peduli Sejarah.
  17. Samsudin. (2005). Mengapa G30S/PKI Gagal?. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  18. Arswendo Atmowiloto. (1986). Pengkhianatan G30S/PKI. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  19. Hafid Makbula. (2020). Mewaspadai Bangkitnya PKI dan Gerakan Kiri. MUslimCOMMunity.
  20. Kurniawan, dkk. (2013). Pengakuan Algojo 1965: Investigasi Tempo Perihal Pembantaian 1965. Jakarta: Tempo Publishing.
  21. Amurwani Dwi Lestariningsih. (2011). Gerwani: Kisah Tapol Wanita di Kamp Plantungan. Jakarta: Kompas.
  22. Tim Tempo. (2014). Lekra dan Geger 1965 (Seri Buku Tempo). Jakarta: KPG.
  23. Ita F. Nadia. (2009). Suara Perempuan Korban Tragedi’65. Yogyakarta : Galangpress
  24. Wijaya Herlambang. (2013). Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan Film. Tangerang: CV Margin Kiri.
  25. Saskia E. Wieringa. (2010). Penghancuran Gerakan Perempuan: Politik Seksual di Indonesia Pascakejatuhan PKI. Yogyakarta: Galang Press.
  26. Siauw Giok Tjhan. (2015). G30S dan Kejahatan Negara. Bandung: Ultimus.
  27. Tim Tempo. (2012). Sarwo Eddhie dan Misteri 1965 (Seri Buku Tempo). Jakarta: KPG.
  28. Robert Cribb. (2004). The Indonesian Killings : Pembantaian PKI Di Jawa dan Bali 1965-1966. Yogyakarta: Mata Bangsa.
  29. Jess Melvin. (2022). Berkas Genosida Indonesia (Mekanika Pembunuhan Massal 1965-1966). Jakarta: Komunitas Bambu.
  30. John Rossa. (2008). Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto. Jakarta: Institute Sejarah Sosial Indonesia & Hasta Mitra.
  31. Saskia E. Wieringa, Jess Melvin, dan Annie Pohlman. (2017). Kejahatan Tanpa Hukuman: IPT 1965 dan Genosida Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu.
  32. Saskia E. Wieringa & Nursyahbani Katjasungkana. (2020). Propaganda dan Genosida di Indonesia: Sejarah Rekayasa Hantu 1965. Jakarta: Komunitas Bambu.

  33. Kuncoro Hadi, dkk. (2025). Prahara di Garis Merah: Aksi Kekerasan dan Penghancuran PKI di Klaten-Boyolali (1965-1979). Yogyakarta: Narasi.

  34. Kuncoro Hadi, dkk. (2017). Kronik ‘65: Catatan Hari Per Hari Peristiwa G30S Sebelum Hingga Setelahnya (1963-1971).Yogyakarta: Media Pressindo.
  35. Peter Dale Scott. (2024). CIA & Penggulingan Bung Karno (Edisi Revisi). Yogyakarta: Media Pressindo.

Komentar