Views: 37

Views: 37

Ratih Lutfi Ningtyas, S.Pd., M.A. adalah salah satu mahasiswa jebolan Pendidikan Sejarah angkatan 2012. Ia menempuh studi S-1 dari tahun 2012 hingga lulus pada 2016, lalu tahun 2017 melanjutkan mengejar ilmu ke jenjang S-2 Ilmu Sejarah di Universitas Gadjah Mada. Pada 2020, ia berhasil menuntaskan studinya. Tesisnya membedah Genealogi Pemikiran dr. Soeharso Mengenai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas.

Langkah Ratih di dunia pendidikan dimulai bahkan sebelum ia menamatkan studi lanjutnya. Sejak 2016 hingga 2019, ia menjadi tutor di sebuah lembaga bimbingan belajar di Yogyakarta. Dari ruang-ruang kecil tempat siswa belajar, Ratih mengasah kemampuannya mengajar sekaligus memahami karakter peserta didik. Lalu pada 2021, ia mendapat kepercayaan besar untuk memimpin SMPIT Iqro Nogosari di Boyolali sebagai Kepala Sekolah, sebuah tanggung jawab yang ia emban hingga 2024. Setelah masa itu, kariernya berlanjut ke dunia akademik: Ratih resmi bergabung sebagai Dosen di Program Studi Ilmu Sejarah, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, tempat ia mengajar hingga kini.

Namun, Ratih bukan hanya seorang pendidik di ruang kelas. Ia juga aktif menulis dan terlibat dalam berbagai forum akademik. Pada 2017 dan 2018, ia tampil sebagai pemakalah dalam Seminar Sejarah Nasional UGM. Lalu pada 2021, ia kembali berbicara di panggung yang lebih luas, yakni pada Konferensi Nasional Sejarah Kemendikbud dengan membawakan tema yang menarik, “Pengaruh Pemikiran Dokter Soeharso dalam Perkembangan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Internasional” yang disadur dari hasil penelitiannya.

 

Oleh: Nasta Mahardi (Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNS Angkatan 2021)

Komentar