Views: 8
Views: 8

Bukhori Masruri, S.Pd., M.Pd. mulai menjejaki jalan akademiknya di Program Studi Pendidikan Sejarah pada tahun 2014 dan menuntaskannya enam tahun kemudian, pada 2020. Dua tahun berselang, langkahnya berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi setelah ia berhasil meraih beasiswa LPDP PK-186, yang membawanya melanjutkan studi S-2 Pendidikan Sejarah di Universitas Sebelas Maret (UNS).
Sejak masih menjadi mahasiswa, Bukhori sudah akrab dengan berbagai aktivitasnya sebagai “Sejarawan Publik”. Kadung cinta dengan sejarah dan museum, membawanya bersama beberapa kawan untuk membentuk komunitas bernama Komunitas Edukasi Museum atau kerap disebut KeMuseum yang berdiri tahun 2019. Dari situ, ia kerap diundang untuk ndongeng perkara sejarah lokal dan maritim baik secara daring maupun luring. Ia mencoba menuturkan sejarah dengan gegap gempita agar cerita sejarah dapat hidup seperti semestinya.
Selain giat dalam berbagai forum, menggores pena juga menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya. Tulisannya tak luput dari sejarah lokal. Salah satunya berjudul “Jati, Juwana, dan Jung Jawa: Geohistoris Pegunungan Kendeng dan Selat Muria.” Tulisan ini kemudian dimuat dalam buku Benantara: Bentang Alam dalam Gelombang Sejarah Nusantara (2021), yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Melalui tulisan dan aktivitasnya, Bukhori tak hanya menelusuri masa lalu, tapi juga berupaya menjadikannya ruang belajar yang relevan bagi masa kini.
Oleh: Nasta Mahardi (Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNS Angkatan 2021)

