Kegiatan Program Ganesha Bersua 2025 merupakan kegiatan pengenalan Prodi Pendidikan Sejarah kepada mahasiswa baru tahun 2025 secara lebih mendalam. Mahasiswa baru diberi penjelasan mengenai semua sistem yang berlaku di program studi Pendidikan Sejarah, dosen pengampu mata kuliah, dan lain-lain. Telah diberikan banyak informasi melalui kegiatan ini sehingga mahasiswa baru lebih mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan program studi Pendidikan Sejarah.
Pada hari Kamis, 21 Agustus 2025 kegiatan Program Ganesha Bersua telah dilaksanakan secara luring dengan menggunakan ruang kelas 301 lantai 3 di gedung C. Program Ganesha Bersua tahun ini bertema “Nadhen Karsa, Bhinneka Rasa”. Kegiatan ini berisi sambutan oleh Ketua Panitia Program Ganesha Bersua 2025, Ketua Umum HMP Ganesha, dan Kaprodi S1 Pendidikan Sejarah FKIP UNS Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd sekaligus beliau menyampaikan pengenalan dosen dan pembagian Pembimbing Akademik untuk mahasiswa baru. Dilanjutkan pemaparan materi pertama oleh Prof. Dr. Akhmad Arif Musaddad sebagai perwakilan Dewan Profesor yang menyampaikan materi Etika dan Integritas Akademik. Materi kedua dipaparkan oleh Nasta Ayundra Oktavian Mahardi, yang menyampaikan mengenai Penulisan Makalah: Keterampilan Dasar Menuju Dunia perkuliahan.


Seusai sesi materi diberikan, terdapat sesi sharing yakni penjelasan lebih lanjut tentang SIAKAD dan KRS. Pada sesi ini, mahasiswa baru yang masih kesulitan mengenai SIAKAD dan KRS telah dibimbing oleh kakak asuh yang bertugas hingga selesai. Setelah sesi sharing, kemudian dilanjutkan sesi pengenalan HMP Ganesha dan juga Laboratorium Sosial Humaniora dengan tujuan agar mahasiswa baru mulai mengenal dengan organisasi di tingkat prodi. Setelah sesi pengenalan HMP Ganesha selesai, disambung dengan awarding untuk mahasiswa baru yang mendapatkan penghargaan logbook terbaik dari setiap jalur masuk dan diakhiri dengan sesi dokumentasi sebagai penutup kegiatan.
Kegiatan Program Ganesha Bersua ini mempunyai beberapa penugasan, yaitu Manjing, Ajur, dan Ajer. Manjing merupakan penugasan individu yang berfokus pada sarana perkenalan mahasiswa baru yang berbasis digital. Ajur merupakan sebuah tugas kelompok yang menjadi sarana pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan program studi dan lingkungan sekitar. Ajer merupakan penugasan individu yang berfokus pada penulisan dalam dunia perkuliahan. Penugasan Manjing yang diberikan merupakan hal yang sangat penting mengingat bersosialisasi dengan teman seangkatan ini dapat menjadi benefit dan menjadi solusi bagi mahasiswa baru terutama dalam membantu mereka menjalani dunia perkuliahan. Mulai dari meminta bantuan untuk berbagi materi perkuliahan, buku referensi, dan mengetahui keberadaan fasilitas prodi yang kini telah mereka ketahui tempatnya. Harapan panitia pada penugasan Ajur yaitu, mahasiswa baru dapat melakukan bonding dengan teman sebayanya serta dapat mengetahui letak-letak tempat bersejarah yang ada di Surakarta dan mengenal seluk-beluk Lab dan Ruang Baca Prodi Pendidikan Sejarah.
Sedangkan mengenai penugasan Ajer, panitia berharap supaya mahasiswa memiliki dasar-dasar dalam kepenulisan yang akan membantu mahasiswa baru dalam menjalani dunia perkuliahan. Terdapat deadline pengerjaan, yakni mulai dari tugas diberikan hingga pertengahan bulan September 2025 sebelum diadakannya kegiatan Program Ganadipa Bersua (PGB). Penugasan Manjing berbentuk hard file kemudian dikumpulkan melalui kakak pembimbing masing-masing kelompok (Logbook), untuk Twibbon diunggah di akun instagram masing-masing mahasiswa baru. Penugasan Ajur berbentuk vlog dan foto yang di posting pada akun instagram masing-masing kelompok. Sedangkan Penugasan Ajer berbentuk soft file dan dikumpulkan pada Google Drive yang disediakan oleh panitia. Setelah penugasan selesai, akan diberikan rewards bagi mahasiswa baru yang termasuk dalam nominasi.
Untuk kendala yang dihadapi adalah ketidaktepatan waktu dikarenakan adanya beberapa perubahan dalam acara yang sangat mendadak, namun masih bisa diatasi oleh panitia dan tidak berdampak pada pengalaman yang didapatkan oleh mahasiswa baru. Sesuai dengan anjuran fakultas, mahasiswa baru dari Prodi Pendidikan Sejarah tidak mengalami keterlambatan dalam mengikuti kegiatan selanjutnya yang diselenggarakan fakultas.





