Sejarah Indonesia adalah topik yang menarik untuk diulas dan dibahas oleh kalangan sejarawan dan akademisi yang membidangi disiplin ilmu kesejarahan dan pendidikan sejarah. Lahirnya narasi sejarah Indonesia berasal dari rahim para sejarawan yang meneliti dan menulis peristiwa sejarah yang berpengaruh besar terhadap masyarakat luas. Salah satu momentum besar dalam dunia kesejarahan dan membekas dalam lubuk hati sejarawan Indonesia adalah seminar sejarah pertama yang diselenggarakan tahun 1957. Seminar tersebut merupakan langkah awal untuk menyusun konstruksi sejarah yang benar-benar mencirikan identitas Indonesia sehingga tulisan yang dihasilkan adalah tulisan sejarah yang Indonesia sentris.
Kesempatan tidak datang dua kali, sehingga setiap ada kesempatan harus diambil dan dilaksanakan dengan baik agar membuahkan manfaat dan keberhasilan. kesempatan untuk Nggibah Akademis pada Rabu 18 Desember 2024 kali ini dimanfaatkan oleh Laboratorium Pembelajaran Sosial Humaniora UNS untuk membahas seminar sejarah tahun 1957. Hal yang mendasari dipilihnya tema tersebut karena materi tentang seminar sejarah menjadi kajian yang belum banyak disinggung oleh sejarawan dalam seminar dan webinar, padahal tema tersebut sangat menarik dan perlu untuk diketahui oleh kalangan penggiat sejarah terlebih mahasiswa program studi pendidikan sejarah.
Nur Fatah Abidin, S. Pd, M. Pd. adalah dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret yang menjadi narasumber dalam acara Nggibah Akademis kali ini. Nggibah Akademis edisi kali ini dilaksanakan di ruang Laboratorium Pembelajaran Sosial Humaniora tepatnya di lantai 2 Gedung C Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Bapak Nur Fatah sendiri selain aktif sebagai praktisi pendidikan sejarah, beliau juga giat menulis seputar sejarah dan pendidikan sejarah. Guratan penanya yang berjudul Narasi Nasionalisme dan Logika Oposisi Biner dalam Buku Teks Sejarah dari Orde Baru hingga Post-Reformasi terbit dalam buku Menemukan Historiografi Indonesiasentris dimana dalam buku tersebut memuat tulisan-tulisan dari penulis, peneliti, dan pengajar sejarah dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara santai ini berjalan dengan meriah dan mendapat sambutan yang baik dari peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa prodi pendidikan sejarah sendiri. Ilham Putra yang merupakan mahasiswa aktif prodi pendidikan sejarah angkatan 2023 bertugas sebagai moderator dan pemandu acara yang mengatur jalannya acara dari awal sampai akhir. Waktu pelaksanaan Nggibah Akademis sendiri tidak jauh berbeda dari edisi-edisi sebelumnya yang selalu dimulai pukul 15.30 dan berakhir pada pukul 17.00. Jajaran pengurus Laboratorium Pembelajaran Sosial Humaniora juga turut berpartisipasi dalam setiap acara Nggibah Akademis sebagai bukti dari komitmen dan usaha pihak Laboratorium Pembelajaran Sosial Humaniora untuk menyuguhkan acara yang berguna untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan wawasan.
Hasil dan ilmu yang diperoleh dari Nggibah Akademis edisi kali ini adalah bahwa sejarah ternyata bukan hanya milik sejarawan. Orang lain yang tidak memiliki background lulusan sejarah juga menjadi pemilik sah sejarah baik sejarah kehidupannya maupun sejarah bangsa dan negaranya. Seminar sejarah pertama yang merupakan gaung perubahan paradigma dan perspektif sejarah Indonesia ternyata tidak hanya digawangi oleh ahli-ahli sejarah saja malah justru orang di luar ranah sejarah juga ada yang ikut andil dalam seminar sejarah pertama. Belajar dari hal tersebut, maka mari kita mulai beratensi terhadap sejarah bangsa kita karena sejarah Indonesia merupakan warisan kolektif yang bernilai dan berharga. Nggibah Akademis ini kemudian ditutup dan diakhiri dengan pesan singkat terkait masa depan sejarah Indonesia yang pada akhirnya akan selalu berjalan seirama dengan perjalanan zaman dan tugas kita adalah menemani dan menyaksikannya dalam perjalanan panjang tersebut dan yang tidak boleh diabaikan adalah keseriusan kita untuk mengenalkan dan mewariskan kekayaan nilai-nilai historis kepada generasi yang lahir di masa-masa mendatang.