Views: 97
Views: 97
Biografi Merle Calvin (M.C) Ricklefs
Ricklefs lahir di Fort Dodge, Iowa pada 17 Juli 1943. Ricklefs lulus dengan predikat magna cum laude dari Colorado Collage pada tahun 1945 dan mendapatkan gelar Bachelor of Arts (BA) di bidang sejarah. Selanjutnya ia menempuh pendidikan di Cornel University dan mendapatkan gelar Ph.D. dengan disertasinya berjudul Jogjakarta under Sultan Mangkubumi, 1749-1792; A History of the Division of Java. Ricklef memiliki perjalanan karir akademik yang panjang dan terhormat, ia pernah mengajar di School of Oriental & African Studies (SOAS) di University of London (1969-1979), The Australian National University (ANU, 1993-1998), dan University of Melbourne (1998-2005). Saat di ANU, Ricklef menjabat sebagai Direktur Research School of Pacific and Asian Studies dan di Melbourne menjadi Foundation Director di Melbourne Institute of Asian Languanges and Societies. Ricklefs juga pernah menjadi Visiting Fellow (Profesor Tamu) di All Souls Collage, Oxford (1983), dan Profesor Tamu Sejarah di Asia Tenggara di National University of Singapore dari 2006-2011 (Monash University, 2020).

Ricklefs menguasai berbagai bahasa, seperti bahasa Belanda, Jerman, Perancis, Indonesia, dan Jawa. Keahliannya dalam bahasa Indonesia dan Jawa dimulai saat meniliti sejarah Jawa di Cornell University (Triyana, 2019: 2). Saat itu, Ricklefs sedang menyusun disertasinya berjudul Jogjakarta Under Mangkubumi. Ricklefs mulai dikenal sejak peluncurkan bukunya berjudul History of Modern since c. 1200 yang terus dicetak ulang dan menjadi buku pegangan para mahasiswa sampai saat ini. Selain itu, Ricklefs juga meluncurkan trilogi penelitiannya mengenai Islam di Indonesia: Mystic Synthesis in Java; A History of Islamisation from the Fourteenth to the Early Nineteenth Centuries, Polarising Javanese Society; Islamic and Other Visions, dan Islamisation and its Opponets in Java: A Political. Social, Cultural and Religious History. Buku yang terakhir dianugerahi Penghargaan Geogre McT Kahin pada tahun 2015 sebagai Buku Terbaik tentang Asia Tenggara (Monash University, 2020).
Karya-karya Ricfklefs lainnya adalah Jogjakarta under Sultan Mangkubumi, 1749–1792: A history of the division of Java, War, culture and economy in Java, 1677–1726: Asian and European imperialism in the early Kartasura period. Yogyakarta di bawah Sultan Mangkubumi, 1749-1792: Sejarah pembagian Jawa. Terj. Hartono Hadikusumo & E. Setiyawati Alkhatab. Mengislamkan Jawa: Sejarah Islamisasi di Jawa dan penentangnya dari 1930 sampai sekarang. Terj. FX Dono Sunardi and Satrio Wahono (Anonim, 2019).
Tentang Buku Samber Nyawa
Buku Samber Nyawa adalah buku edisi bahasa Indonesia dari karya Ricklefs yang berjudul Soul Catcher: Java’s Fiery Prince Mangkunegara 1 1726-1795 yang terbit pada tahun 2018 (Ricklefs, 2021: vii). Ricklefs sendiri tertarik untuk meneliti Mangkunegara I saat ia sedang menyusun disertasi doktor dan bukunya yang pertama berjudul Jogjakarta under Sultan Mangkubumi pada tahun 1960-an. Saat meneliti tentang Sultan Mangkubumi itulah, Ricklefs juga melihat banyak sumber-sumber primer sejarah yang penting mengenai sosok flamboyan bernama Mangkunegara. Jika dicermati ketika membaca buku Jogjakarta under Sultan Mangkubumi dan sumber-sumbernya, maka hal ini akan saling bertumpang tindih terhadap sosok Mangkunegara I. Pada akhirnya Ricklefs berjanji pada dirinya sendiri untuk membuat suatu biografi yang pantas untuk Mangkunegara I saat dirinya sudah pensiun. Saat ia memutuskan pensiun dari pekerjaan terakhirnya di University of Singapore pada 2011, disinilah Ricklefs memutuskan untuk memulai aktivitasnya meneliti dan menyusun biografi Mangkunegara I menjadi aktivitas utamanya. Menurut Ricklefs, sosok Mangkunegara I ini menjadi seorang kawan yang tepat pada masa pensiunnya (Ricklefs, 2021: viii).

Cover buku Soul Catcher: Java’s Fiery Prince Mangkunegara 1 1726-1795. (Sumber: Goodreads)
Menurut Peter Carey dalam kata pengantarnya di buku mengatakan jika buku Samber Nyawa ini menjadi magnum opus yang ditulis oleh salah satu sejarawan Jawa yang paling cemerlang pasca Perang Dunia, yakni Ricklefs (Ricklefs, 2021: xi). Peter Carey bertemu dengan Ricklefs di Yogyakarta pada 1972-1973. Saat itu, Peter Carey sedang mengejar gelar Ph.D. dari Oxford dengan disertasinya yang berjudul Pangeran Dipanagara and the Making of the Java War, 1825-1830. Peter Carey mengagumi Ricklef saat ia membaca bukunya mengenai Sultan Mangkubumi, “Buku ini benar-benar menakjubkan” kata Peter Carey. Sejak saat itulah, Ricklefs menjadi patokan dan tolak ukur dalam penelitian sejarah milik Peter Carey dengan menggunakan arsip Belanda dan babad Jawa mengenai studi Jawa. Ricklefs juga yang menjadi penguji informal disertasi milik Peter Carey pada November 1975.
Ricklefs pada bulan Oktober 2014 menerima diagnosis mengidap kanker prostat dan memutuskan menetap di Melbourne untuk mendapatkan perawatan medis terbaik. Disanalah ia juga menulis biografi lengkap mengenai Mangkunegara I, pendiri praja Mangkunegaran. Seorang pria luar biasa yang menurut Nicolaas Hartingh dalam Kort Verhaal mengatakan “Meskipun berperawakan kecil, semangat dan gairahnya terpancar dari matanya” (Ricklefs, 2021: 50). Ia menghabiskan 14 tahun hidupnya (1743-1757) menjelajahi berbagai pertempuran, bergabung dengan masyarakat keturunan Tionghoa dan Madura melawan VOC, persekutuan dan permusuhan bersama pamannya, Sultan Mangkubumi (1746-1753), dan perjuangannya sendiri (1754-1757). Prestasi yang luar biasa dan membutuhkan daya tahan yang super. Daya tahan Mangkunegara I inilah yang menjadi simbol perjuangan Ricklefs dalam melawan kankernya. Kanker ini membuat tulangnya sakit seperti diremukkan dan menghancurkan tulang punggungnya.
Mangkunegara I pada bulan Oktober 1754 menderita frambusia (infeksi tropis pada kulit) yang semakin parah dan kondisi militernya sedang masa terpuruk. Ia sangat sedih karena banyak kuda-kudanya mati dan ia sudah dikalahkan dalam pertempuran. Tangannya lunglai dan tidak kuat untuk mengangkat busur dan menarik tali kekang. Kita bisa merasakan rasa sakit yang terus menerus dari Ricklefs yang membuat tubuhnya semakin lemah. Hal ini dilihat sangat tepat ketika Ricklfes menulis mengenai Mangkunegara I dengan penuh empati terhadap perjuangan epik sosok flamboyan ini dalam tahun-tahun sulit Perang Suksesi Jawa Ketiga.
Kekuatan Ricklefs adalah caranya mendemitologi sejarah (Triyana, 2019: 3). Hal ini dibuktikan dengan bagaimana Ricklefs mengupas mitos-mitos yang mengeliling Mangkunegara I yang diliputi dongeng mistis melalui kekuatan sumber yang ia gunakan. Ricklefs membedah satu per satu sumber-sumber primer lainnya untuk menjadikannya bahan pembanding dan hasilnya adalah mengupas narasi mitos tersebut dan dijelaskan bagaimana hal itu dapat terjadi dengan pembuktian rasional. Samber Nyawa adalah julukan dari Mangkunegara. Menurut Ricklefs dalam Serat Babad Pakunegaran (Mangkunegara I, 1793), Samber Nyawa berasal dari panji perang yang digunakan Mangkunegara I dalam pertempuran Gondang, dekat Surakarta pada tahun 1750 (Triyana, 2019: 3). Alasan diberi nama Samber Nyawa karna “tidak seorang pun yang sanggup menghadapinya”, karena jika sudah menyambar (sinamber), musuh banyak yang tewas. Jika musuh banyak jumlahnya, Mangkunegara lari ke hutan. Ketika musuh sedang terpisah dengan lainnya, Mangkunegara turun dan mereka disambar (sinamber), musuh terkejut karena banyak yang tewas (Ricklefs, 2021: 135). Jadi Samber Nyawa bukan berarti sebuah kekuatan dan peristiwa gaib. Namun namanya diambil dari obyek panji perang Mangkunegara I.
Pada tahun 2017, Ricklefs sudah selesai menulis sebagian garis besar bab-bab dalam bukunya. Oleh National University of Singapore Press (NUS) kemudian dipersiapkan untuk diterbitkan dalam waktu singkat setelah segala perangkat penulisan selesai dilengkapi (lampiran, peta, daftar pustaka, dan indeks). Pada 23 Agustus 2018, buku ini resmi diluncurkan dalam bahasa Inggris di Caulfield di Monash University. Setelah terbit dalam bahasa Inggris, Ricklefs berpikir untuk menerbitkan edisi bahasa Indonesia. Hal ini penting karena pembaca utama buku ini merupakan orang Indonesia, tempat Mangkunegara I atau Raden Mas Said sangat dihormati dan menjadi sosok pangeran elite di Jawa. Segera setelah itu proses penerbitan buku ini diproses dengan melibatkan banyak pihak. NUS Press, Penerbit Buku Kompas, Peter Carey dan jurusan Sejarah Universitas Gadja Mada (UGM) khususnya Dr. Sri Margana dilibatkan dalam proses ini. Proses ini berpacu dengan waktu karena kondisi kesehatan Ricklefs yang kian hari kian memburuk. Menurut perhitungan Ricklefs, usianya hanya bertahan hingga satu tahun lagi. Ini berarti proses penerjemahan bab-bab dalam buku ini sudah harus ada di tangan Ricklef pada bulan Juni 2019. Semua dilakukan agar keinginan Ricklefs dapat depenuhi dan impiannya terkabul (Ricklefs, 2021: xviii).
Proses penerjemahan mengalami berbagai kendala seperti hasilnya yang tidak memuaskan, sedangkan waktu terus berjalan dan kesehatan Ricklefs kian memburuk. Namun oleh Dr. Sri Margana direkomendasikannya Dr. Yuanda Zara dari UNY sebagai penerjemah dan penggantinya sebelum ia berangkat menuju Leiden pada Juni 2019 (Ricklefs, 2021: xix). Dr. Yuanda seperti pahlawan bagi teman-teman yang mengawal proses penerbitan buku ini dalam bahasa Indonesia karena pada bulan September 2019, sebagian besar buku ini sudah selesai diterjemahkan dengan kualitas yang memuaskan. Di awal bulan Desember 2019, saat kondisi kesehatan Ricklefs menjadi kritis, dia ia sudah memerika setiap kata terjemahan dari Dr. Yuanda dan memiliki kesempatan untuk merancang sampul depan buku. Ricklefs menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang melawan kanker prostat yang dideritanya selama beberapa tahun pada hari Minggu, 29 Desember 2019 (Triyana, 2019: 1). Namun proses penerjemahan bukunya sudah selesai dan pada ahirnya buku ini dapat terbit dengan judul Samber Nyawa: Kisah Perjuangan Pahlawan Nasional Indonesia, Pangeran Mangkunegara I (1726-1795) pada tahun 2021 oleh Penerbit Buku Kompas dan dapat dibeli serta dinikmati oleh orang-orang Indonesia khususnya masyarakat Jawa Tengah bagian selatan, tempat dimana Mangkunegara I lahir, berkembang, dan meninggal.

Cover buku Samber Nyawa: Kisah Perjuangan Seorang Pahlawan Nasional Indonesia Pangeran Mangkunagara I (1726-1795). (Sumber: Kompas)
Daftar Pustaka
- Anonim. (2019). MC Ricklefs, Ahli Sejarah Indonesia Meninggal Dunia. https://www.ngopibareng.id/read/mc-ricklefs-ahli-sejarah-indonesia-meninggal-dunia-1510200 diakses pada 4 Februari 2024.
- Monash University. (2020). Merle Calvin Ricklefs (1943-2019). https://www.monash.edu/records-archives/archives/officers-and-awards/tributes-to-monash-identities/merle-ricklefs diakses pada 4 Feruari 2024.
- Ricklefs, M.C. (2021). Samber Nyawa: Kisah Perjuangan Seorang Pahlawan Nasional Indonesia, Pangeran Mangkunegara I (1726-1795). Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
- Triyana, Bonnie. (2019). Ricklefs yang Tak Sempat Saya Temui. https://historia.id/politik/articles/ricklefs-yang-tak-sempat-saya-temui-DO4Yw/page/1 diakses pada 4 Februari 2024.

