
Menurut UU No. 43 Tahun 2009 arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Arsip sendiri lekat kaitannya dengan sejarah, mengingat syarat dari arsip itu sendiri adalah dokumen yang sudah selesai digunakan dalam kurun waktu yang sudah lama berlalu, semakin lama usianya semakin bisa disebut sebagai arsip.
Mata kuliah Museologi dan Kearsipan merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa prodi Pendidikan Sejarah. Melalui mata kuliah ini mahasiswa dibiasakan untuk menelisik arsip, kemampuan untuk menelisik tersebut sangatlah penting untuk dimiliki oleh mahasiswa prodi Pendidikan Sejarah sehingga dapat mengerjakan skripsinya di kemudian hari dengan lancar. Arsip dapat kita akses secara manual (langsung ke tempat arsip itu berada) maupun secara digital (melalui websites tertentu).

Dosen Pendidikan Sejarah FKIP UNS, Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., M.A., diberi amanah untuk mengampu mata kuliah Museologi dan Kearsipan semester 3 angkatan 2022. Dadan mengajak mahasiswanya untuk menelisik arsip baik secara manual maupun digital, arsip manual yang ditelisik adalah skripsi-skripsi milik angkatan terdahulu yang telah lulus. Mahasiswa menelisik sumber arsip baik yang tertulis secara langsung maupun tidak langsung dalam skripsi-skripsi tersebut, untuk memperjelas pemahaman mahasiswa terkait arsip tersebut mereka kemudian ditugaskan untuk mencari arsip di perpustakaan Reksa Pustaka yang kemudian mereka presentasikan isinya di depan kelas.
Selanjutnya mahasiswa juga diajarkan untuk mencari arsip secara online dengan menggunakan gadget-nya masing-masing, mahasiswa kemudian dituntun untuk mengakses arsip tersebut melalui websites ANRI, KITLV UNIVERSITAS LEIDEN, THE MEMORY DELPHER, dan DELPHER. Mahasiswa kemudian menyajikan hasil temuannya dalam bentuk laporan yang berisikan foto arsip, keterangan arsip, dan sumber ditemukannya arsip tersebut. Melalui pembelajaran tersebut Bapak Dadan mengharapkan mahasiswanya dapat terbiasa dan tau dimana mereka dapat menemukan arsip-arsip yang kelak dapat mereka gunakan untuk menulis skripsinya.
Oleh: Valentinus Gigih Jalu Laksitanto (2022)







