Views: 4
Views: 4

Sebagai seorang mahasiswa yang masih menempuh jenjang perkuliahan, dapat menerbitkan sebuah karya tulis berupa buku merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Namun di masa sekarang, plagiarisme marak terjadi dikalangan akademisi. Banyak orang yang ingin menelurkan sebuah karya, namun tidak lagi orisinil milik pribadi mereka. Sebagai penulis atau seseorang yang telah dapat menghasilkan sebuah karya, hal ini tentunya menjadi ancaman. Perlu adanya perlindungan hukum untuk melindungi karya-karya yang telah dipublikasikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melindungi karya tulis adalah dengan ISBN (Internatiomal Standard Book Number) atau pengidentikasian unik untuk buku yang dikomersialkan. Upaya inilah yang telah dilakukan oleh Dadan Adi Kurniawan S.Pd., M.Pd., salah satu dosen di Prodi Pendidikan Sejarah UNS dalam mata kuliah Sejarah Dunia Mutakhir pada Semester Genap Februari-Juli 2023 (untuk semester 6/Angkatan 2020).
Pada mata kuliah Sejarah Dunia Mutakhir, beliau mendesain perkuliahan dengan Project Based Learning (Team Based Project). Mahasiswa secara berkelompok diarahkan untuk menyusun sebuah artikel yang kemudian dikompilasi dan diorbitkan menjadi buku ber-ISBN (bunga rampai-kumpulan tulisan). Dalam penulisan buku ini mahaiswa melewati beberapa tahapan. Tahap pertama, mahasiwa secara berkelompok menyusun artikel sesuai dengan tema yang telah diberikan oleh dosen. Tahap kedua, setiap kelompok mahasiswa harus mempresentasikan progress artikel. Setelah dipresentasikan, setiap kelompok mendapat kritikan dan masukan dari dosen an juga para mahasiswa dari kelompok lainnya. Masukan meliputi hal teknis maupun substansi seperti mengenai penulisan daftar pustaka, cara pengutipan, penggunaan huruf kapital, variasi dan kredibilitas sumber dan fokus substansi dari artikel itu sendiri. Tahap ketiga, mahasiswa melakukan revisi berdasarkan dari masukan-masukan yang ada. Tahap keempat, mahasiswa kembali mengirimkan artikel untuk dikroscek dosen pengampu. Jika masih ada kekurangan, dosen meminta mahasiswa untuk melakukan revisi kembali. Setelah artikel dari semua kelompok terkumpul semua, Dadan Adi Kurniawan selaku dosen pengampu berperan sebagai editor yang bertugas mengedit dan mengkompilasi artikel-artikel yang ada serta memberikan kata pengantar serta sinopsis untuk sampul belakang. Setelah itu, Dadan mengurus draft buku Sejarah Dunia Mutakhir ke penerbitan buku untuk selanjutnya diproses lebih lanjut terkait pembuatan cover, layout dan pendaftaran ISBN ke Perpusnas di Jakarta.
Selain mata kuliah Sejarah Dunia Mutakhir, proyek berluaran buku ber-ISBN ini juga dipraktikkan pada mata kuliah KKL Sejarah (Kuliah Kerja Lapangan Sejarah) yang juga didapat mahasiswa Pendidikan Sejarah UNS semester 6/Angkatan 2020. KKL Sejarah dilakukan pada bulan Mei 2023 dengan melakukan kunjungan studi ke tempat-tempat bersejarah dengan rute Semarang-Demak-Kudus-Jakarta-Bandung. Adapun rincian destinasinya adalah sebagai berikut:
- Kompleks Candi Gedong Songo
- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah
- Masjid Agung Demak
- Masjid Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus
- Museum Sumpah Pemuda
- Museum Kebangkitan Nasional
- Museum Perumusan Naskah Proklamasi
- Gedung Joang 45
- Tempat Wisata Kota Tua
- Museum Nasional (Museum Gadjah)
- Monumen Nasional
- Museum Konferensi Asia-Afrika
- Farmhouse Lembang Bandung
- The Great Asia-Africa Bandung
Dari banyaknya destinasi tersebut, terdapat 3 tempat yang merupakan tempat berwisata yaitu Kota Tua, Farmhouse Lembang Bandung dan The Great Asia-Africa Bandung sehingga tidak dimasukkan dalam pembahasan buku. Sedikit berbeda dengan mata kuiah Sejarah Dunia Mutakhir, dalam proyek buku KKL Sejarah ini sebelum berangkat KKL, mahasiswa secara berkelompok menyusun terlebih dahulu rancangan dari buku yang akan mereka susun dengan mengumpulkan data-data dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan lainnya kemudian mempresentasikannya. Tulisan sementara ini mendapatkan masukan dari dosen dan kelompok mahasiswa lainnya. Sehingga sebelum KKL, mahasiswa sudah menyelesesaikan 50% dari artikel mereka. Sisanya (50%) dilengkapi saat mahasiswa melakukan KKL ke lapangan, yakni dengan mengumpulkan data-data tambahan dan melakukan crosschek apakah yang telah mereka tulis sudah sesuai atau belum. Sepulangnya dari KKL, mahasiswa bertugas merampungkan artikel mereka dan melakukan presentasi lagi yang kemudian direvisi dan disempurnakan. Sama seperti mata kuliah Sejarah Dunia Mutakhir, dosen berperan sebagai editor yang bertugas menyatukan dan mengedit buku sebelum akhirnya masuk ke penerbitan buku untuk diproses lebih lanjut.
Pembuatan buku ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, selain mendapatkan ilmu baru, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman baru tentang bagaimana membuat sebuah buku. Buku-buku yang telah mereka tulis juga dapat dijadikan kenang-kenangan dan pengingat bahwa ketika menempuh bangku perkuliahan, mahasiswa dapat menghasilkan sebuah karya bersama yang diterbitkan.
Oleh: Syaffrina Fadhilatul (2021)






