
Sorang kutu buku, rajin, dan disiplin merupakan deskripsi singkat dari sosok Muhammad Anggie Farizqi Prasadana, S.Pd., M.A. Pria kelahiran Sragen, 21 Mei 1994 ini merupakan alumni Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret angkatan 2013 dan lulus pada tahun 2016 dengan skripsi yang beliau angkat membahas tentang Analisis Pembelajaran Tarikh Sebagai Media Penanaman Nilai-Nilai Keteladanan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz (Studi Kasus Kelas X SMA Muhammadiyah 2 Gemolong). Beliau lantas melanjutkan studinya di Program Pascasarjana Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada dan lulus pada tahun 2019. Saat ini beliau aktif menjadi dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Beliau memiliki minat pada kajian sejarah hukum dan sejarah sosial, khususnya sejarah yang berkaitan dengan Jawa bagian barat (Bantenan) beliau menguasai atau n=bisa diktakna sebagai makanan sehari-hari beliau. Selain aktif menjadi dosen, beliau juga aktif di dunia tulis menulis sehingga tak heran apabila beliau telah menghasilkan banyak tulisan yang di publis secara online. Berikut beberapa judul tulisan yang ditulis oleh beliau: Sejarah Desa Gemolong, Museum Ronggowarsito, Berpuasa di Semenanjung Arabia: Prosses Berpuasa di Negara Qatar, dan masih banyak lainnya. Selengkapnya bisa diakses melalui link berikut: https://muhammadfarizqi.wordpress.com .
Disamping kesibukannya sebagai dosen dan penulis, beliau juga sering menjadi pembicara di webinar. Beberapa diantaranya sebagai berikut: Pameran Nasional Gelar karya 2022, sebagai pembicara; Rasan-rasan Sejarah MSI Wonogiri: Pengadilan di Jawa masa Kolonial, sebagai pembicara, dan masih banyak lainnya lagi. Mengetahui kegiatn beliau selengapnya dapat mengunjungi akun instagram beliau melalui link https://instragram.com/farizqianggie.
Dari sosok Muhammad Anggie Farizqi Prasadana, kita bisa belajar tentang bahwa menjadi seorang sejarawan atau seorang yang bergerak di bidang sejarah haruslah memiliki minat membaca yang tinggi, memiliki rasa keingintahuan yang besar dalam mengungkap sejarah dan memiliki minat yang tinggi pada kajian sejarah itu sendiri.




ciyeeee,,, wuididddhh Mantepp yooowww
Mantap Pak Anggie